Satelit9.com,Sofia- Sedikitnya enam orang tewas dan 30 orang cedera dalam serangan terhadap sebuah bus yang membawa warga Israel di bandara Sarafovo, Burgas, kawasan Laut Hitam, Bulgaria, Rabu (18/7)."Enam orang tewas dan lebih dari 30 cedera dalam ledakan di sebuah bis wisata dekat bandara (di Burgas)," kata Kementerian Luar Negeri Bulgaria.
"Pemerintah Bulgaria menyelidiki teori bahwa itu adalah serangan teroris," katanya.
Wali Kota Burgas, Dimitar Nikolov, yang juga berada di bandara saat kejadian itu mengatakan, ledakan menghancurkan bis ketika wisatawan yang datang dari Israel naik dan memasukkan barang-barang di ruang bagasi. Tempat itu pun dicurigai sebagai tempat bom disembunyikan.
"Saya tidak bisa mengatakan apakah itu aksi terorisme. Ledakan itu sangat kuat dan menurut pendapat saya disebabkan oleh alat yang sengaja diatur," kata Nikolov.
Sejumlah sumber yang dikutip televisi BNT dan kantor berita BGNES menyebutkan bahwa jumlah korban tewas tujuh orang.
Ledakan itu terjadi pukul 14.00 GMT (pukul 21.00 WIB). Api yang ditimbulkannya merembet ke dua bis lain.
Asap hitam membubung yang membuat bandara ditutup sementara setelah insiden. Televisi juga menunjukkan sejumlah ambulan yang membawa korban ke rumah sakit dan wanita-wanita yang menangis.
Kejadian itu langsung direspon pemerintah Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa serangan tersebut mengarah kepada Iran.
Pernyataan itu disampaikan Netanyahu setelah seorang pejabat di Yerusalem mengatakan bahwa bis yang membawa warga Israel di bandara itu ditembaki dan dilempari peledak.
"Israel akan membalas keras teror Iran," kata Netanyahu.
"Dalam beberapa bulan terakhir, kami melihat upaya-upaya Iran untuk mencelakai orang Israel di Thailand, India, Georgia, Kenya, Siprus dan tempat-tempat lain." Serangan itu, yang pertama di wilayah Bulgaria terhadap orang Israel, juga menyulut kecaman keras dari sekutu kuat Israel, AS, dan Prancis.
Juru bicara Gedung Putih, Jay Carney mengatakan, AS mengutuk serangan terhadap orang tak berdosa, khususnya anak-anak itu.
Serangan itu dilakukan pada peringatan 18 tahun serangan pusat komunitas Yahudi di Buenos Aires pada 1994 yang menewaskan 85 orang dan mencederai 300.
Israel juga menuduh Iran bertanggung jawab atas serangan pada 1994 itu. Namun, Teheran membantah tuduhan tersebut dan balik menuduh Israel mendalangi pembunuhan ilmuwan-ilmuwan nuklir Iran dalam beberapa tahun terakhir ini.
Israel dan Bulgaria memiliki hubungan baik dan kawasan pesisir Laut Hitam itu menjadi tempat liburan populer bagi orang Israel. Hampir 140 ribu warga Israel mengunjungi Bulgaria pada 2011.(AfP@jaya)