Satelit9.com,Jakarta-Badan Narkotika Nasional (BNN) telah menyatakan tersangka tabrakan di Bundaran Auberge Indonesia, Dharshan Sutrisna, positif menggunakan ekstasi dan sabu. Pihak kepolisian pun mengembangkan penyidikan untuk mencari asal narkoba itu hingga digunakan Dharshan sebelum tabrakan yang menewaskan satu orang di Bundaran Auberge Indonesia pada Senin (23/7).
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menyebutkan, dari hasil pemeriksaan terhadap Dharsan, pria keturunan India itu mengaku mengonsumsi ekstasi sesaat sebelum tabrakan.
"Dia (Darsan) mengaku mengonsumsi ineks atau ekstasi di sebuah auberge sebelum dia ke apartemen dan akhirnya menabrak korban di bundaran HI," terang Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (25/7).
Untuk menelusuri asal muasal narkoba tersebut, lanjut Rikwanto, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya sudah diturunkan ke lapangan untuk mencari pemasok narkoba kepada Dharshan.
Lebih lanjut, Rikwanto menyebutkan, saat tabrakan itu terjadi, Dharshan tidak sendirian di dalam mobil. Seorang rekannya bernama Mohammad Assad ada di mobil Mercy B 1201 BAD yang dikemudikan Dharshan.
"Ada seorang temannya bernama Assad yang di dalam mobil. Tapi Assad pergi begitu terjadi kecelakaan," ungkap Rikwanto.
Meski demikan, polisi juga sudah memanggil Assad untuk dimintai keterangannya. Dari pemeriksaan itu, Assad mengaku pergi meninggalkan Dharshan karena dirinya takut saat mobil menabrak tiga orang pengamen.
"Ia sudah dimintai keterangan. Keterangan Assad ini penting untuk pengembangan kasus ini dan mendapatkan dari backbone narkoba itu berasal," tandas Rikwanto(@kevin)
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menyebutkan, dari hasil pemeriksaan terhadap Dharsan, pria keturunan India itu mengaku mengonsumsi ekstasi sesaat sebelum tabrakan.
"Dia (Darsan) mengaku mengonsumsi ineks atau ekstasi di sebuah auberge sebelum dia ke apartemen dan akhirnya menabrak korban di bundaran HI," terang Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (25/7).
Untuk menelusuri asal muasal narkoba tersebut, lanjut Rikwanto, Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya sudah diturunkan ke lapangan untuk mencari pemasok narkoba kepada Dharshan.
Lebih lanjut, Rikwanto menyebutkan, saat tabrakan itu terjadi, Dharshan tidak sendirian di dalam mobil. Seorang rekannya bernama Mohammad Assad ada di mobil Mercy B 1201 BAD yang dikemudikan Dharshan.
"Ada seorang temannya bernama Assad yang di dalam mobil. Tapi Assad pergi begitu terjadi kecelakaan," ungkap Rikwanto.
Meski demikan, polisi juga sudah memanggil Assad untuk dimintai keterangannya. Dari pemeriksaan itu, Assad mengaku pergi meninggalkan Dharshan karena dirinya takut saat mobil menabrak tiga orang pengamen.
"Ia sudah dimintai keterangan. Keterangan Assad ini penting untuk pengembangan kasus ini dan mendapatkan dari backbone narkoba itu berasal," tandas Rikwanto(@kevin)
