Satelit9.com,Jakarta-Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan pembangunan proyek tol Solo-Ngawi-Kertosono sepanjang 60 kilometer yang menjadi bagian pemerintah dapat dimulai pada Agustus 2012, seiring dengan cairnya dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) 2011 untuk proyek itu dalam waktu dekat.
Dirjen Bina Marga Kementerian PU Djoko Murjanto mengatakan rencananya Kementerian Keuangan baru akan mengeluarkan persetujuan dana sebesar Rp500 miliar untuk pembangunan fisik proyek tersebut pada Jumat (27/7).
"Diharapkan dalam satu bulan ke depan dana sudah bisa dicairkan agar penandatanganan kontrak paket pekerjaan dengan kontraktor-kontraktor pemenang bisa dilakukan. Agustus ini kami harapkan bisa dikontrakkan," ujar dia di Jakarta, Rabu (25/7).
Ia menuturkan, lelang kontraktor pembangunan ruas tol tersebut terdiri dari lima paket pekerjaan, mencakup pembangunan sejumlah jembatan pendek.
Adapun pembangunan fisik yang dilakukan pemerintah merupakan bentuk dukungan untuk meningkatkan kelayakan finansial proyek.
Pelaksanaan lelang itu sendiri, lanjut dia, dilakukan secara bertahap sesuai dengan pengalokasian dana. Lelang tahap pertama dimenangkan oleh kontraktor BUMN PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dengan nilai kontrak sebesar Rp139,417 miliar.
Ia mengungkapkan hingga saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum telah mengalokasikan sekitar Rp800 miliar untuk pembangunan fisik proyek tol Solo-Ngawi-Kertosono. Total kebutuhan dana untuk pembangunan fisik yang menjadi bagian pemerintah mencapai Rp2,06 triliun.
"Alokasi sudah Rp800 miliar, termasuk SAL. Rinciannya Rp150 miliar dari APBN 2011, Rp150 miliar dari APBN 2012, dan Rp500 miliar dari SAL 2011. Sisanya masih kami upayakan dengan pinjaman dari pemerintah China," terangnya.(@kevin)
Dirjen Bina Marga Kementerian PU Djoko Murjanto mengatakan rencananya Kementerian Keuangan baru akan mengeluarkan persetujuan dana sebesar Rp500 miliar untuk pembangunan fisik proyek tersebut pada Jumat (27/7).
"Diharapkan dalam satu bulan ke depan dana sudah bisa dicairkan agar penandatanganan kontrak paket pekerjaan dengan kontraktor-kontraktor pemenang bisa dilakukan. Agustus ini kami harapkan bisa dikontrakkan," ujar dia di Jakarta, Rabu (25/7).
Ia menuturkan, lelang kontraktor pembangunan ruas tol tersebut terdiri dari lima paket pekerjaan, mencakup pembangunan sejumlah jembatan pendek.
Adapun pembangunan fisik yang dilakukan pemerintah merupakan bentuk dukungan untuk meningkatkan kelayakan finansial proyek.
Pelaksanaan lelang itu sendiri, lanjut dia, dilakukan secara bertahap sesuai dengan pengalokasian dana. Lelang tahap pertama dimenangkan oleh kontraktor BUMN PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dengan nilai kontrak sebesar Rp139,417 miliar.
Ia mengungkapkan hingga saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum telah mengalokasikan sekitar Rp800 miliar untuk pembangunan fisik proyek tol Solo-Ngawi-Kertosono. Total kebutuhan dana untuk pembangunan fisik yang menjadi bagian pemerintah mencapai Rp2,06 triliun.
"Alokasi sudah Rp800 miliar, termasuk SAL. Rinciannya Rp150 miliar dari APBN 2011, Rp150 miliar dari APBN 2012, dan Rp500 miliar dari SAL 2011. Sisanya masih kami upayakan dengan pinjaman dari pemerintah China," terangnya.(@kevin)
