Satelit9.com,Surabaya-Kakak-adik M Azurah Firdaus (5)dan kakaknya M Jibran Firdauz (6) warga Jalan Mastrip, Karang Pilang, Surabaya tewas tenggelam di Sungai Brantas Gunungsari.
Kedua anak tersebut merupakan pasangan suami istri Soni (28), Yuyun (25). Kejadian itu bermula, ketika sekitar pukul 10.00 WIB, kedua bocah itu disuapin oleh kakeknya, bernama Sukarno (67). Usai disuapin kedua bocah itu bermain disekitar rumah dan tidak diketahui kakeknya.
Dari situ pihak kepolisian dari polsek Karangpilang mencari informasi dan mengumpulkan keterangan dari para tetangga. Karena tanpa hasil pihak kepolsian dan keluarga bersepakat untuk meminta bantuan tim SAR dari Marinir Karang Pilang.
Kemudian petugas Tim SAR dan Marinir dari Kompi Batalyon Amfibipun terjun ke lapangan, sekitar pukul 16.00 WIB. Dimana kedua petugas itu memulai melakukan penyisiran di sepanjang Kali Surabaya, sekitara 100 beat dari lokasi kejadian. "Syukur Allhamdulilah pukulk 17.00 WIB, sang adik Azurah di temukan dalam keadaan meninggal dan kondisi seperti sedang memeluk. Untuk Jibran, hingga kini belum ditemukan," terang Wakil Komandan Kompi Batalyon Amfibi Karang Pilang, Letu Marinir Deni Kusmana di lokasi kejadian.
Pasalnya jenasah yang ditemukan amaka hingga pukul 19.45 WIB masih melakukan penyisiran, Dalama melakukan penyisiran sendiri pihak Marinir menurunkan 20 anggota yang dibagi menjadi 2 penyelam dan penyisiran.
Menurut Deni, dalam kondisi cuaca sedikit mengalami kesulitan dalam pencarian. Di sebab, air di Kali Surabaya, yang keruh. "Jarak pandang tim penyelam yang menggunakan senter air, itu hanya menembus 1 meter, serta tabung oksigen bagi penyelam, sudah hampir habis, untuk itu pencarian tetap dilanjutkan atau tidak kita menunggu dari perintah pimpinan." tambah Deni.
Untuk jenazah Azurah sendiri setelah ditemukan, langsung dibawa ke kamar mayat RSUD dr Soetomo, yang didampingi kedua orang tuanya, dan kondisi rumah korban masih dalam ramai dipenuhi warga untuk mengucap duka cita@Sbk)
Kedua anak tersebut merupakan pasangan suami istri Soni (28), Yuyun (25). Kejadian itu bermula, ketika sekitar pukul 10.00 WIB, kedua bocah itu disuapin oleh kakeknya, bernama Sukarno (67). Usai disuapin kedua bocah itu bermain disekitar rumah dan tidak diketahui kakeknya.
Dari situ pihak kepolisian dari polsek Karangpilang mencari informasi dan mengumpulkan keterangan dari para tetangga. Karena tanpa hasil pihak kepolsian dan keluarga bersepakat untuk meminta bantuan tim SAR dari Marinir Karang Pilang.
Kemudian petugas Tim SAR dan Marinir dari Kompi Batalyon Amfibipun terjun ke lapangan, sekitar pukul 16.00 WIB. Dimana kedua petugas itu memulai melakukan penyisiran di sepanjang Kali Surabaya, sekitara 100 beat dari lokasi kejadian. "Syukur Allhamdulilah pukulk 17.00 WIB, sang adik Azurah di temukan dalam keadaan meninggal dan kondisi seperti sedang memeluk. Untuk Jibran, hingga kini belum ditemukan," terang Wakil Komandan Kompi Batalyon Amfibi Karang Pilang, Letu Marinir Deni Kusmana di lokasi kejadian.
Pasalnya jenasah yang ditemukan amaka hingga pukul 19.45 WIB masih melakukan penyisiran, Dalama melakukan penyisiran sendiri pihak Marinir menurunkan 20 anggota yang dibagi menjadi 2 penyelam dan penyisiran.
Menurut Deni, dalam kondisi cuaca sedikit mengalami kesulitan dalam pencarian. Di sebab, air di Kali Surabaya, yang keruh. "Jarak pandang tim penyelam yang menggunakan senter air, itu hanya menembus 1 meter, serta tabung oksigen bagi penyelam, sudah hampir habis, untuk itu pencarian tetap dilanjutkan atau tidak kita menunggu dari perintah pimpinan." tambah Deni.
Untuk jenazah Azurah sendiri setelah ditemukan, langsung dibawa ke kamar mayat RSUD dr Soetomo, yang didampingi kedua orang tuanya, dan kondisi rumah korban masih dalam ramai dipenuhi warga untuk mengucap duka cita@Sbk)
.jpg)