Satelit9.com,Jakarta-Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Buol, Haryono Suroso merampungkan pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa saat lalu.
Dia keluar sekitar pukul 21.15 setelah menjalani pemeriksaan selama sembilan jam. Wajahnya nampak lelah. Saking lelahnya, dia terlihat kebingungan menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh para awak media.
Haryono tak menampik jika dirinya dimintai keterangan seputar lahan perkebunan milik pengusaha nasional Hartati Murdaya seluas 22.000 hektar di Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah oleh penyidik KPK dalam pemeriksaan kali ini.
"Sekitar 10 pertanyaan oleh tim penyidik," kata dia di kantor KPK, Jakarta (Senin malam, 16/7).
Saat disinggung mengenai perusahaan milik Arthalita Suryani, Haryono enggan mengomentari. Dia memilih ngeloyor masuk ke dalam taksi dan berlalu dari kejaran awak media.
Kepala BPN Buol ditengarai mengetahui banyak mengenai urusan PT Hardaya Inti Plantations milik Hartati Murdaya. Mereka lah yang memberikan penilaian dan menerbitkan ijin penggunaan lahan perkebunannya.(@eko)
Dia keluar sekitar pukul 21.15 setelah menjalani pemeriksaan selama sembilan jam. Wajahnya nampak lelah. Saking lelahnya, dia terlihat kebingungan menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh para awak media.
Haryono tak menampik jika dirinya dimintai keterangan seputar lahan perkebunan milik pengusaha nasional Hartati Murdaya seluas 22.000 hektar di Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah oleh penyidik KPK dalam pemeriksaan kali ini.
"Sekitar 10 pertanyaan oleh tim penyidik," kata dia di kantor KPK, Jakarta (Senin malam, 16/7).
Saat disinggung mengenai perusahaan milik Arthalita Suryani, Haryono enggan mengomentari. Dia memilih ngeloyor masuk ke dalam taksi dan berlalu dari kejaran awak media.
Kepala BPN Buol ditengarai mengetahui banyak mengenai urusan PT Hardaya Inti Plantations milik Hartati Murdaya. Mereka lah yang memberikan penilaian dan menerbitkan ijin penggunaan lahan perkebunannya.(@eko)
