Satelit9.com,Jakarta- Tersangka kasus korupsi cek pelawat, Miranda Swaray Goeltom, punya keinginan tersendiri saat dia duduk di kursi pesakitan pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Selasa, 24 Juli mendatang.
Dijumpai di depan rutan KPK, bekas Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) itu berharap bisa disidangkan di depan ribuan hakim dan di hadapan semua orang banyak. Tapi, miranda tak merincikan alasan atau maksud keinginannya tersebut.
"Saya pengennya di sidang di depan seribu hakim, biar keliatan semua," kata Miranda sembari tertawa kecil di depan ruang tatap muka Rutan bawah tanah KPK, Jakarta, beberapa saat lalu, senin (16/7).
Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini mengaku belum mengetahui kapan dia akan disidangkan. Tapi, lanjut dia, rasa rasanya akan dilakukan dalam waktu dekat ini.
Sementara itu, ketika disinggung apakah saat sidang nanti, dia akan membongkar fakta yang selama ini menjadi misteri dalam penyidikan, Wanita paruh baya itu menjawab diplomatis."Saya tidak tahu apa-apa. Bahkan saya ini tidak tahu apa-apa. Jadi saya nunggu saja, saya disidang didepan semua orang berani," jelas dia.(@eko)
Dijumpai di depan rutan KPK, bekas Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) itu berharap bisa disidangkan di depan ribuan hakim dan di hadapan semua orang banyak. Tapi, miranda tak merincikan alasan atau maksud keinginannya tersebut.
"Saya pengennya di sidang di depan seribu hakim, biar keliatan semua," kata Miranda sembari tertawa kecil di depan ruang tatap muka Rutan bawah tanah KPK, Jakarta, beberapa saat lalu, senin (16/7).
Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini mengaku belum mengetahui kapan dia akan disidangkan. Tapi, lanjut dia, rasa rasanya akan dilakukan dalam waktu dekat ini.
Sementara itu, ketika disinggung apakah saat sidang nanti, dia akan membongkar fakta yang selama ini menjadi misteri dalam penyidikan, Wanita paruh baya itu menjawab diplomatis."Saya tidak tahu apa-apa. Bahkan saya ini tidak tahu apa-apa. Jadi saya nunggu saja, saya disidang didepan semua orang berani," jelas dia.(@eko)
