Satelit9.com,Jakarta-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan terus memantau kelaikan angkutan mudik Lebaran 2012, khususnya angkutan bus.
Hal itu dikatakan Jurubicara Kemenhub, Bambang S. Ervan dalam perbincangannya dengan Satelit9.com, Senin malam (16/7)beberapa saat yang lalu.
"Setiap masa angkutan lebaran, semua bus yang keluar terminal diperiksa kelaikannya. Selain itu, kendaraan angkutan lebaran pun tetap harus lolos uji KIR (pengujian kendaraan bermotor) yang dilakukan setiap enam bulan sekali," katanya.
Untuk memastikan perjalanan mudik aman, juga dilakukan tes urine bagi supirnya angkutan lebaran. Pemeriksaan ini dilakukan di masing-masing terminal, mulai H-7 sampai dengan H+7 Lebaran
Sebelumnya, anggota Komisi V dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mahfudz Abdurrahman meminta pemerintah ekstra ketat dan teliti dalam memeriksa kelaikan angkutan Lebaran. Ini dilakukan agar angkutan Lebaran yang beroperasi benar-benar laik jalan dan aman dari gangguan yang dapat menyebabkan kecelakaan.
"Dengan aggregate kendaraan yang membludak pada saat menjelang lebaran, maka kondisi kendaraan umum beroperasi harus dalam kondisi baik. Kita tidak boleh ambil resiko terhadap keselamatan penumpang," katanya.(@eko)
Hal itu dikatakan Jurubicara Kemenhub, Bambang S. Ervan dalam perbincangannya dengan Satelit9.com, Senin malam (16/7)beberapa saat yang lalu.
"Setiap masa angkutan lebaran, semua bus yang keluar terminal diperiksa kelaikannya. Selain itu, kendaraan angkutan lebaran pun tetap harus lolos uji KIR (pengujian kendaraan bermotor) yang dilakukan setiap enam bulan sekali," katanya.
Untuk memastikan perjalanan mudik aman, juga dilakukan tes urine bagi supirnya angkutan lebaran. Pemeriksaan ini dilakukan di masing-masing terminal, mulai H-7 sampai dengan H+7 Lebaran
Sebelumnya, anggota Komisi V dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mahfudz Abdurrahman meminta pemerintah ekstra ketat dan teliti dalam memeriksa kelaikan angkutan Lebaran. Ini dilakukan agar angkutan Lebaran yang beroperasi benar-benar laik jalan dan aman dari gangguan yang dapat menyebabkan kecelakaan.
"Dengan aggregate kendaraan yang membludak pada saat menjelang lebaran, maka kondisi kendaraan umum beroperasi harus dalam kondisi baik. Kita tidak boleh ambil resiko terhadap keselamatan penumpang," katanya.(@eko)