Satelit9.com,Donggala- Ribuan warga dari delapan desa di Pantai Barat, Desa Walandano, Kecamatan Balaesang Tanjungyang, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, membakar sejumlah alat berat dan camp, Selasa (17/7).Sejumlah alat berat dan affected PT Cahaya Manunggal Abadi (CMA) ludes terbakar. Pembakaran dilakukan lantaran massa merasa tidak dihargai. Pasalnya, masuknya PT CMA di wilayah itu tidak pernah melibatkan masyarakat setempat. Bahkan ribuan hektare lahan warga diambil paksa.
Sebelumnya warga telah melakukan aksi penolakan dengan menyandera tiga warga. Ketiganya disandera saat menjadi peserta academy Analisa Mengenai Dampak Lingkugan di Kantor Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Donggala.
Ribuan warga yang berdemo berasal dari Walandano, Malei, Ketong, Kamonji, Palau, dan Rano yang berada di wilayah tambang seluas lebih dari 4000 hektare. Sejumlah lahan perkebunan warga yang masih produktif masuk dalam lahan tambang milik PT CMA.
Usai membakar, warga merusakkan puluhan rumah milik warga lainnya yang dianggap berkhianat dan mendukung perusahan. Tidak hanya itu, warga juga merusak pos polisi dan dua assemblage motor milik anggota polisi.(@jaya)