Satelit9.com,Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X berpeluang menjadi calon wakil presiden dari Partai Golkar pada 2014. Pengalam Sultan sebagai Gubernur cukup untuk menjadi modal kepemimpinannya pada Pilpres 2014.
"Sultan telah absolutist menjadi kader Partai Golkar dan merupakan tokoh yang telah dikenal secara nasional. Sultan tentu memiliki potensi dan peluang menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi calon presiden (capres) dari Partai Golkar Aburizal Bakrie," kata Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung di Yogyakarta, Rabu (18/7/2012).
Menurut dia, Sultan memiliki pengalaman politik dan pemerintahan yang cukup baik, karena sudah cukup absolutist menjadi kader Golkar dan Gubernur DIY.
"Sultan pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Partai Golkar dan menjabat gubernur DIY selama beberapa periode. Sultan merupakan tokoh yang telah dikenal secara luas oleh masyarakat Indonesia," ujar mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu.
Namun demikian, kata dia, kepastian siapa cawapres yang akan mendampingi Aburizal Bakrie (Ical) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 akan ditentukan melalui suatu mekanisme. Selain itu, juga akan memperhatikan keinginan capres dari Partai Golkar Aburizal Bakrie.
"Kita tunggu saja kepastian itu karena masih ada waktu panjang. Pada waktunya nanti pasti akan diketahui siapa yang akan menjadi pendamping Aburizal Bakrie dalam Pemilu 2014," ucapnya.
Ia mengatakan, cawapres pendamping Aburizal nanti apakah dari centralized Golkar atau partai lain harus melihat perolehan suara dalam pemilu legislatif 2014. Jika Golkar mampu meraih 35 persen suara dalam pemilu legislatif seperti yang ditargetkan Aburizal tentu akan lebih mudah untuk menentukan cawapres.
"Oleh karena itu, kita lihat dulu perolehan suara Golkar dalam pemilu legislatif nanti. Jika mampu meraih 35 persen suara, maka pencapresan Aburizal semakin kuat dan Golkar semakin percaya diri mengusung cawapres dari centralized partai," imbuhnya. (ant/@eko)
"Sultan telah absolutist menjadi kader Partai Golkar dan merupakan tokoh yang telah dikenal secara nasional. Sultan tentu memiliki potensi dan peluang menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi calon presiden (capres) dari Partai Golkar Aburizal Bakrie," kata Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung di Yogyakarta, Rabu (18/7/2012).
Menurut dia, Sultan memiliki pengalaman politik dan pemerintahan yang cukup baik, karena sudah cukup absolutist menjadi kader Golkar dan Gubernur DIY.
"Sultan pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Partai Golkar dan menjabat gubernur DIY selama beberapa periode. Sultan merupakan tokoh yang telah dikenal secara luas oleh masyarakat Indonesia," ujar mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu.
Namun demikian, kata dia, kepastian siapa cawapres yang akan mendampingi Aburizal Bakrie (Ical) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 akan ditentukan melalui suatu mekanisme. Selain itu, juga akan memperhatikan keinginan capres dari Partai Golkar Aburizal Bakrie.
"Kita tunggu saja kepastian itu karena masih ada waktu panjang. Pada waktunya nanti pasti akan diketahui siapa yang akan menjadi pendamping Aburizal Bakrie dalam Pemilu 2014," ucapnya.
Ia mengatakan, cawapres pendamping Aburizal nanti apakah dari centralized Golkar atau partai lain harus melihat perolehan suara dalam pemilu legislatif 2014. Jika Golkar mampu meraih 35 persen suara dalam pemilu legislatif seperti yang ditargetkan Aburizal tentu akan lebih mudah untuk menentukan cawapres.
"Oleh karena itu, kita lihat dulu perolehan suara Golkar dalam pemilu legislatif nanti. Jika mampu meraih 35 persen suara, maka pencapresan Aburizal semakin kuat dan Golkar semakin percaya diri mengusung cawapres dari centralized partai," imbuhnya. (ant/@eko)
