Satelit9.com,Temanggung-Mobil truk Mitsubishi seri FE 74 bernomor polisi H 1321 RE milik H Zulfa Siswandani, warga Sayung Demak, yang dilarikan kawanan pencuri mobil, terguling di tikungan maut dusun Sibajak Desa Canggal kecamatan Candiroto Temanggung.
Kapolres Temanggung AKBP Susilo Wardono Selasa (24/7) mengatakan, tidak ada korban jiwa. Kawanan pencuri mobil yang diperkirakan dua orang berhasil melarikan diri. Polres Temanggung telah berkoordinasi dengan Polres Demak untuk membongkar sidikat pencurian mobil.
Dikatakan korban, Zulfa melapor kehilangan mobil Jumat (20/7) lalu. Temuan di tempat kejadian beberapa tanda dari mobil telah diubah, di antaranya stiker di kaca depan mobil dilepaskan. demikian juga dengan nomor polisi yang disamarkan dengan dicat warna hitam.
“Diduga sindikat pencurian ada di Temanggung atau hanya melintas untuk menjual hasil curian," katanya.
Dari tempat kejadian diperoleh keterangan, sekitar pukul 21.00 WIB melintas sebuah truk dari arah Tambi atau barat ke timur di perkampungan yang berbatasan kabupaten Wonosobo dan Temangggung itu dengan kecepatan tinggi. Padahal di sepanjang jalan kampung yang hanya berjarak 4 kilometer dari puncak Gunung Sindoro ini banyak polisi tidur.
Sesampai ujung jalan yang terdapat tikungan tajam, pengemudi tidak bisa menguasai laju kendaraan, sehingga keluar jalur dan masuk di jurang sedalam sekitar 4 meter. "Warga berhamburan keluar rumah, warga berusaha menolong dua kru kendaraan, namun mereka justru
melarikan diri,” kata Febrianto (35), warga sekitar.
Sebagian warga menjaga kendaraan sementara sebagian lainnya melaporkan ke Polsek Candiroto. Warga baru mengetahui mobil truk tersebut barang curian, yang disampaikan petugas pada pagi hari.(@cool)
Kapolres Temanggung AKBP Susilo Wardono Selasa (24/7) mengatakan, tidak ada korban jiwa. Kawanan pencuri mobil yang diperkirakan dua orang berhasil melarikan diri. Polres Temanggung telah berkoordinasi dengan Polres Demak untuk membongkar sidikat pencurian mobil.
Dikatakan korban, Zulfa melapor kehilangan mobil Jumat (20/7) lalu. Temuan di tempat kejadian beberapa tanda dari mobil telah diubah, di antaranya stiker di kaca depan mobil dilepaskan. demikian juga dengan nomor polisi yang disamarkan dengan dicat warna hitam.
“Diduga sindikat pencurian ada di Temanggung atau hanya melintas untuk menjual hasil curian," katanya.
Dari tempat kejadian diperoleh keterangan, sekitar pukul 21.00 WIB melintas sebuah truk dari arah Tambi atau barat ke timur di perkampungan yang berbatasan kabupaten Wonosobo dan Temangggung itu dengan kecepatan tinggi. Padahal di sepanjang jalan kampung yang hanya berjarak 4 kilometer dari puncak Gunung Sindoro ini banyak polisi tidur.
Sesampai ujung jalan yang terdapat tikungan tajam, pengemudi tidak bisa menguasai laju kendaraan, sehingga keluar jalur dan masuk di jurang sedalam sekitar 4 meter. "Warga berhamburan keluar rumah, warga berusaha menolong dua kru kendaraan, namun mereka justru
melarikan diri,” kata Febrianto (35), warga sekitar.
Sebagian warga menjaga kendaraan sementara sebagian lainnya melaporkan ke Polsek Candiroto. Warga baru mengetahui mobil truk tersebut barang curian, yang disampaikan petugas pada pagi hari.(@cool)
