• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Waspadai Fenomena, Politisi Kutu Loncat

    Last Updated 2012-07-24T19:47:15Z


    Satelit9.com-Politisi yang sering berpindah partai biasanya dijuluki kutu loncat. Para politisi seperti itu kerap mengenyampingkan urusan ideologi dan lebih berorientasi kepada uang. Mereka bertingkah bak karyawan yang memandang partai politik laiknya perusahaan.
    "Fenomena kutu loncat menunjukkan politisi kita berjuang tanpa ideologi. Mereka menempatkan parpol laiknya perusahaan," kata Manager Public Affairs Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi, kemarin.
    Menurut Burhanuddin, politisi kutu loncat tidak memperjuangkan suatu ideologi, melainkan berjuang berdasarkan insentif. "Ya iya, udah seperti buruh," ujarnya.
    Burhanuddin menjelaskan, bahwa kutu loncat bukanlah fenomena baru di Indonesia. Ia menilai harus ada perubahan sistem untuk meminamilisir hal tersebut.
    Fenomena politisi kutu loncat ini tidak hanya terdapat di Jakarta, melainkan juga merebak ke seluruh politisi di seantero nusantara. Di Medan misalnya, terdapat sejumlah politisi yang suka pindah partai politik.
    Mungkin yang agak menonjol di Medan adalah M Yusuf Pardamean dari PPP, pindah ke PUI, lalu ke Demokrat. Kemudian Yunus Rasyid dari PPP ke Demokrat, Mutawali Ginting (Golkar) pindah ke Demokrat, Ali Umri (Golkar) nyebrang ke NasDem.
    Sedangkan, dalam skala nasional, kita mengenal sosok Ruhut Sitompul yang dulu sangat setia mendampingi Akbar Tanjung semasa menjadi kader Golkar. Kini sebagai politisi Demokrat, si Poltak ini selalu memuji-muji Pak SBY sebagai The Foundhing Father Partai Demokrat.
    Kemudian, Jeffrey Geovani (Golkar) loncat ke NasDem.Yuddy Chrisnandi (Golkar) pindah ke Partai Hanura. Dulu politisi kawakan Ridwan Saidi yang sudah malang melintang di PPP, juga pernah menyeberang ke Golkar. Namun, karier politik Ridwan kemudian meredup.
    Politisi yang suka berpindah-pindah partai, sejatinya merupakan hak asasi setiap orang. Namun, dalam perspektif idealisme, mereka yang demikian mudahnya meninggalkan partai yang telah membesarkan namanya, layak disebut sebagai sosok yang tak punya idealisme.
    Karena itu, politisi kutu loncat ini patut diwaspadai, sebab mereka pada umumnya tidak bisa dijadikan panutan. Politisi kutu loncat sejatinya hanya memikirkan ajangnya, dan kecil kemungkinan mau memikirkan kepentingan rakyat.
    Komentar
    • Waspadai Fenomena, Politisi Kutu Loncat

    Terkini

    Topic Popular