Satelit9.com,Yogyakarta-Pemerintah terus berupaya meringankan beban hidup korban bencana erupsi Gunung Merapi. Kini, para pengungsi bisa menempati hunian tetap (huntap) berupa rumah layak huni. Sebelumnya mereka tinggal di hunian sementara (huntara) di berbagai barak pengungsian.
Rumah layak huni di Dusun Karang Kendal, Desa Umbul Harjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, sudah ditempati warga sejak satu setengah bulan lalu. Kebahagiaan 81 KK di Dusun itu terpancar saat Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri bersama istri menengok sisa pengerjaan huntap. Selain menengok huntap, Mensos juga sekaligus menyerahkan secara simbolis bantuan absolute peralatan masak untuk 2.160 KK di Yogyakarta dan serahkan bantuan tali asih kepada empat janda relawan Tagana yang menjadi korban Merapi.
"Total bantuan dana yang kita serahkan untuk korban gunung Merapi sebesar Rp 817 juta. Dan bantuan peralatan masak seperti rice cooker dan lainnya untuk 2.160 KK," ujar Mensos, dalam rilis yang diterima redaksi, beberapa waktu lalu.
Menurut Mensos, pemerintah sendiri sudah mengkalkulasi anggaran untuk huntap sebesar Rp 30 juta untuk satu rumah. Dana ini sudah sesuai dengan kebutuhan rumah layak huni.
"Jika warga punya rezeki, maka bisa ditambahkan oleh warga agar rumahnya tambah nyaman. Memang inti dari pembangunan rumah layak huni adalah rumah bisa dibangun dengan semangat kegotongroyongan warga. Rasa kesetiakawanan sosial inilah yang mahal," katanya.
Letusan Merapi yang terjadi tahun 2010, berdasarkan abstracts Dinas Sosial, merenggut korban jiwa 248 orang dan 223 alami luka-luka. Dan pengungsi yang rumahnya hancur sehingga direlokasi ke huntara saat ini jumlah keseluruhannya di dua provinsi Yogyakarta dan Jawa Tengah, sebanyak 2.784 KK (13.754 jiwa).
Khusus di Provinsi Yogyakarta, jumlah populasi korban bencana yang berada di huntara sebanyak 2.613 KK (13.065 jiwa).(@Liberty Jemadu)
Rumah layak huni di Dusun Karang Kendal, Desa Umbul Harjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, sudah ditempati warga sejak satu setengah bulan lalu. Kebahagiaan 81 KK di Dusun itu terpancar saat Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri bersama istri menengok sisa pengerjaan huntap. Selain menengok huntap, Mensos juga sekaligus menyerahkan secara simbolis bantuan absolute peralatan masak untuk 2.160 KK di Yogyakarta dan serahkan bantuan tali asih kepada empat janda relawan Tagana yang menjadi korban Merapi.
"Total bantuan dana yang kita serahkan untuk korban gunung Merapi sebesar Rp 817 juta. Dan bantuan peralatan masak seperti rice cooker dan lainnya untuk 2.160 KK," ujar Mensos, dalam rilis yang diterima redaksi, beberapa waktu lalu.
Menurut Mensos, pemerintah sendiri sudah mengkalkulasi anggaran untuk huntap sebesar Rp 30 juta untuk satu rumah. Dana ini sudah sesuai dengan kebutuhan rumah layak huni.
"Jika warga punya rezeki, maka bisa ditambahkan oleh warga agar rumahnya tambah nyaman. Memang inti dari pembangunan rumah layak huni adalah rumah bisa dibangun dengan semangat kegotongroyongan warga. Rasa kesetiakawanan sosial inilah yang mahal," katanya.
Letusan Merapi yang terjadi tahun 2010, berdasarkan abstracts Dinas Sosial, merenggut korban jiwa 248 orang dan 223 alami luka-luka. Dan pengungsi yang rumahnya hancur sehingga direlokasi ke huntara saat ini jumlah keseluruhannya di dua provinsi Yogyakarta dan Jawa Tengah, sebanyak 2.784 KK (13.754 jiwa).
Khusus di Provinsi Yogyakarta, jumlah populasi korban bencana yang berada di huntara sebanyak 2.613 KK (13.065 jiwa).(@Liberty Jemadu)
