Satelit9.com,Wonogiri- Bupati Wonogiri Danar Rahmanto sangat tertarik dengan pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang mampu mengubah air laut menjadi air tawar.
Teknologi ini sejak beberapa bulan belakangan ini dikembangkan Pemkab Sampang, Jawa Timur di Desa Pulau Mandangin.
"Saya sungguh tertarik, karena seperti Paranggupito, selama ini sangat langka air baku, dan sangat dekat dengan laut. Kalau teknologi SWRO itu murah biayanya, kita akan mencoba mengembangkannya di Paranggupito yang selama ini kekurangan air bersih, dan apalagi jika musim kemarau tiba," ungkap Danar di rumah dinasnya, Selasa ( 21/8).
Saat lebaran datang ini, puluhan ribu warga yang bermukim di desa-desa wilayah kecamatan Paranggupito terus berjuang di dalam upaya mendapatkan air bersih yang semakin sulit dicari.
Mereka terus berharap, para dermawan yang sedang mudik lebaran, membantu droping air bersih, karena uang mereka sudah terkuras untuk membeli selama tiga bulan lebih kekeringan melanda wilayah Wonogiri selatan.
Camat Paranggupito Purwoto terus menerus meminta warganya agar terus berhemat air, agar cadangan makanan gaplek yang ada, tidak terkuras untuk membeli air bersih.
"Solusinya, karena sumber air bersih sudah semakin sulit dicari, maka warga harus terus berhemat. Kita akan terus mengupayakan bantuan droping air bersih," imbuhnya.
Ia berharap, bahwa DPRD Jateng yang pernah melakukan peninjauan ke wilayah kering di Paranggupito, cepat merealisasikan bantuan pengolahan air laut menjadi air tawar, seperti yang pernah dijanjikan.
Setidaknya Bambang Sadono, Ketua DPRD Jateng pernah menjanjikan akan membuatkan teknologi pengolahan air laut menjadi air tawar.
Sejauh ini tidak ada kelanjutan janji yang pernah diucapkan. Karena itu ketika ada informasi tentang penggunakan SWRO untuk pengolahan air laut menjadi air tawar di Pulau Mandangin, Sampang, Pemkab Wonogiri akan meminta kepada pemerintah pusat untuk membuatkannya.
"Saya akan ke Kementerian PU dan juga ke BPPT pasca lebaran, untuk berkoordinasi mengenai pemanfaatan SWRO ini, agar puluhan ribu warga Paranggupito bisa mudah mendapatkan air tawar dengan biaya murah melalui pengolahan air laut ini," ujarnya. (ICH)
Teknologi ini sejak beberapa bulan belakangan ini dikembangkan Pemkab Sampang, Jawa Timur di Desa Pulau Mandangin.
"Saya sungguh tertarik, karena seperti Paranggupito, selama ini sangat langka air baku, dan sangat dekat dengan laut. Kalau teknologi SWRO itu murah biayanya, kita akan mencoba mengembangkannya di Paranggupito yang selama ini kekurangan air bersih, dan apalagi jika musim kemarau tiba," ungkap Danar di rumah dinasnya, Selasa ( 21/8).
Saat lebaran datang ini, puluhan ribu warga yang bermukim di desa-desa wilayah kecamatan Paranggupito terus berjuang di dalam upaya mendapatkan air bersih yang semakin sulit dicari.
Mereka terus berharap, para dermawan yang sedang mudik lebaran, membantu droping air bersih, karena uang mereka sudah terkuras untuk membeli selama tiga bulan lebih kekeringan melanda wilayah Wonogiri selatan.
Camat Paranggupito Purwoto terus menerus meminta warganya agar terus berhemat air, agar cadangan makanan gaplek yang ada, tidak terkuras untuk membeli air bersih.
"Solusinya, karena sumber air bersih sudah semakin sulit dicari, maka warga harus terus berhemat. Kita akan terus mengupayakan bantuan droping air bersih," imbuhnya.
Ia berharap, bahwa DPRD Jateng yang pernah melakukan peninjauan ke wilayah kering di Paranggupito, cepat merealisasikan bantuan pengolahan air laut menjadi air tawar, seperti yang pernah dijanjikan.
Setidaknya Bambang Sadono, Ketua DPRD Jateng pernah menjanjikan akan membuatkan teknologi pengolahan air laut menjadi air tawar.
Sejauh ini tidak ada kelanjutan janji yang pernah diucapkan. Karena itu ketika ada informasi tentang penggunakan SWRO untuk pengolahan air laut menjadi air tawar di Pulau Mandangin, Sampang, Pemkab Wonogiri akan meminta kepada pemerintah pusat untuk membuatkannya.
"Saya akan ke Kementerian PU dan juga ke BPPT pasca lebaran, untuk berkoordinasi mengenai pemanfaatan SWRO ini, agar puluhan ribu warga Paranggupito bisa mudah mendapatkan air tawar dengan biaya murah melalui pengolahan air laut ini," ujarnya. (ICH)
.jpg)