Satelit9.com,Yogyakarta-Menyambut disahkannya Rancangan Undang-undang Keistimewaan (RUUK) DIY menjadi undang-undang, puluhan masyarakat pendukung keistimewaan DIY melakukan doa bersama di perempatan Tugu, Rabu (29/8) malam. Dengan mengenakan busana Jawa, mereka memanjatkan doa dengan khusyuk.
"Orang Jawa kalau akan ada hajatan pasti mengadakan selamatan dan doa. Elemen masyarakat memahami betul perannya. Negosiasi dan debatabel dikerjakan tim asistensi. Sedang masyarakat mendukung dari sisi yang lain. Jadi ini peran masyarakat," kata Ketua Sekretariat Bersama (Sekber) Keistimewaan DIY Widihasto Wasanaputra.
Menurut Hasto, Sekber, tidak mengagendakan acara khusus untuk merayakan disahkannya RUUK DIY. "Kita sederhana saja. Secukupnya perayaan itu. Tidak terus hura-hura," imbuhnya
(adis/eko)
