• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Kasus Lama Tragedi Sampang Terus Berlarut

    Last Updated 2012-08-27T22:55:33Z


    Satelit9.com-TRAGEDI mengenaskan masih saja menghiasi negara yang baru saja memperingati hari jadi ke-67 tahun pada 17 Agustus lalu ini. Penyerangan yang menelan korban jiwa dan pembakaran rumah yang menyebabkan ratusan orang mengungsi membuat kita mengurut dada kecewa.
    Minggu (26/8), di saat rakyat Indonesia masih dalam suasana memperingati HUT kemerdekaan dan halalbihalal Idul Fitri 2012, kita dikejutkan dengan tragedi Sampang, Madura, Jawa Timur.
    Komunitas Syiah di Dusun Nangkernang, Karang Gayam, Sampang, diserang warga lain. Ada korban tewas dan ada pula yang kritis. Itu peristiwa kedua di Sampang sejak meletus kasus serupa pada Desember 2011.
    Kita prihatin, sangat prihatin, karena masyarakat amat mudah capital hakim sendiri, dengan gampang menjatuhkan vonis bersalah lalu mengeksekusi.
    Peristiwa Sampang itu untuk kesekian kali menunjukkan pemerintah tidak hadir melindungi warga, terutama kaum minoritas. Padahal, negara seharusnya tidak boleh
    bertindak diskriminatif dan mengaveling warga negara atas kasta-kasta berdasarkan agama, ras, atau warna politik.
    Tragedi Sampang 2011 harusnya membuat pemerintah bertindak antisipatif. Apalagi ada hal yang dirasakan mudah memantik konflik. Korban penyerangan saat itu, Tajul Muluk, pemimpin komunitas Syiah Sampang, malah dipenjara dua tahun dengan tuduhan penistaan agama.
    Pemenjaraan Tajul Muluk bukan mustahil menimbulkan anggapan bahwa penyerangan terhadap kelompok Syiah itu sah dan benar. Karena itu, mengulangi penyerangan juga sah dan benar.
    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kemarin, menggelar rapat khusus dengan para pembantunya di bidang keamanan membahas kasus Sampang. Presiden menilai kinerja intelijen kurang optimal. Apalagi, teror terhadap warga Syiah sudah berulang-ulang terjadi dan seharusnya mendapat perhatian khusus.
    Presiden juga meminta jajaran penegak hukum, baik kepolisian, kejaksaan, maupun Mahkamah Agung, untuk benar-benar menegakkan hukum secara tegas dan adil.
    Ketiadaan ketegasan dan keadilan, kata Presiden, akan memancing kekerasan serupa muncul di masa depan.
    Seusai rapat dengan Presiden, sejumlah menteri dan Kapolri ke Sampang.
    Itulah ritual pejabat kita. Setelah terjadi tragedi, setelah terjadi musibah, barulah ramai-ramai meninjau lokasi perkara.
    Kebiasaan meninjau lokasi kejadian bukanlah hal yang jelek. Namun, itu mesti disertai tindakan menangkap penyerang. Setiap perusak, setiap perusuh, dan setiap pembunuh harus ditangkap, diadili, dan dihukum.
    Namun, yang terpenting di atas segala tindakan yustisi itu ialah menciptakan negeri yang damai, yang harmoni, jauh dari segala bentuk konflik atas nama apa pun. Harmoni dicapai bukan dengan merelokasi korban penyerangan, melainkan dengan menciptakan iklim menerima perbedaan sebagai anugerah, bukan musibah.
    Warga negara Indonesia boleh tidak menyukai pemimpinnya yang tidak tegas, tetapi tidak boleh kehilangan rasa cinta kepada negeri ini hanya karena ulah segelintir orang yang merasa lebih berhak atas Republik ini.
    Komentar
    • Kasus Lama Tragedi Sampang Terus Berlarut

    Terkini

    Topic Popular