Satelit9.com,Boyolali-Kekeringan akibat musim kemarau mulai melanda sebagian wilayah Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Untuk mengantisipasi krisis air bersih, pemerintah kabupaten tersebut saat ini mulai menyiagakan truk tangki.
"Ada beberapa assemblage truk tangki yang kami siagakan. Satu assemblage di kabupaten, lainnya ada di PDAM dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)," kata Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali, Juwaris, Jumat (24/8).
Berdasarkan pemetaan, lanjut Juwaris, di Boyolali terdapat delapan kecamatan rawan kekeringan. Yakni, Kecamatan Wonosegoro, Kemusu, Andong, Juwangi, Karanggede, Musuk, Selo, dan Cepogo.
Khusus untuk wilayah Boyolali bagian Utara yang mencakup Kemusu, Andong, Juwangi, dan Karanggede droping air bersih dilakukan bersama Kantor Bakorwil II Surakarta. Sementara untuk wilayah lain, Pemerintah Kabupaten Boyolali menggandeng PDAM.
"Intinya kami sudah siap untuk droping air bersih kapan pun masyarakat memintanya," tegas Juwaris.
Untuk meminta droping air bersih masyarakat tinggal mengajukan permohonan melalui pemerintah desa atau kelurahan. Meski harus melalui prosedur birokrasi, Juwaris menjamin prosesnya cepat.
"Karena menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tentu harus ada pertanggungjawabannya," jelas Juwaris.
Khusus droping air bersih tahun ini, Pemerintah Kabupaten Boyolali menganggarkan dana Rp 35 juta. Dana itu dianggarkan dalam APBD 2012 dan siap dicairkan sewaktu-waktu.
Agar penyaluran air bersih bisa efektif dan dinikmati secara merata, Juwaris mengimbau warga untuk menyiapkan bak-bak penampungan air yang telah ada. Menurutnya, hampir seluruh desa telah memiliki bak-bak seperti itu.
"Jadi nanti begitu di droping airnya langsung dimasukan ke sana. Dengan begitu, seluruh masyarakat bisa kebagian dan menggunakannya dengan bijak," katanya.(@adi)
"Ada beberapa assemblage truk tangki yang kami siagakan. Satu assemblage di kabupaten, lainnya ada di PDAM dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)," kata Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali, Juwaris, Jumat (24/8).
Berdasarkan pemetaan, lanjut Juwaris, di Boyolali terdapat delapan kecamatan rawan kekeringan. Yakni, Kecamatan Wonosegoro, Kemusu, Andong, Juwangi, Karanggede, Musuk, Selo, dan Cepogo.
Khusus untuk wilayah Boyolali bagian Utara yang mencakup Kemusu, Andong, Juwangi, dan Karanggede droping air bersih dilakukan bersama Kantor Bakorwil II Surakarta. Sementara untuk wilayah lain, Pemerintah Kabupaten Boyolali menggandeng PDAM.
"Intinya kami sudah siap untuk droping air bersih kapan pun masyarakat memintanya," tegas Juwaris.
Untuk meminta droping air bersih masyarakat tinggal mengajukan permohonan melalui pemerintah desa atau kelurahan. Meski harus melalui prosedur birokrasi, Juwaris menjamin prosesnya cepat.
"Karena menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tentu harus ada pertanggungjawabannya," jelas Juwaris.
Khusus droping air bersih tahun ini, Pemerintah Kabupaten Boyolali menganggarkan dana Rp 35 juta. Dana itu dianggarkan dalam APBD 2012 dan siap dicairkan sewaktu-waktu.
Agar penyaluran air bersih bisa efektif dan dinikmati secara merata, Juwaris mengimbau warga untuk menyiapkan bak-bak penampungan air yang telah ada. Menurutnya, hampir seluruh desa telah memiliki bak-bak seperti itu.
"Jadi nanti begitu di droping airnya langsung dimasukan ke sana. Dengan begitu, seluruh masyarakat bisa kebagian dan menggunakannya dengan bijak," katanya.(@adi)
