Satelit9.com,Malang-Satu keluarga di Desa Mbaran Ngingit, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, tewas menggenaskan usai terkena ledakan petasan (mercon-red), Selasa (14/8/2012) malam .Hingga berita ini diturunkan, Tim Identifikasi dan olah TKP yang dipimpin langsung Kapolres Malang, AKBP Rinto Djatmono masih sibuk di lokasi kejadian. "Ada tiga korban tewas dilokasi kejadian. Diduga, mereka ada dirumah saat meracik petasan," ungkapnya.
Data yang dihimpun satelit9.com.com , korban tewas atas nama Ponari (50), Listiana (35), dan Sodikin (17). Ketiganya adalah masih berhubungan kerabat. Satu korban luka bakar serius atas nama Siamah (65). Siamah adalah Ibu Kandung dari Listiana.
Awal cerita, Ponari diketahui sedang meracik petasan. Lelaki yang kerab membuat serbuk petasan saat ramadhan tiba ini, sudah sering Ia lakukan. Aktifitas meracik serbuk petasan, dilakukan Ponari didalam rumah. Hal itu, juga dibantu Listiana dan Sodikin kemenakannya yang ikut tewas saat kejadian.
Tragisnya, dari olah TKP di lokasi kejadian, jasad para korban ini sudah tidak utuh lagi. Ditemukan cukup banyak potongan anggota tubuh dan serpihan daging yang terburai di disekitar lokasi. Potongan tubuh korban bahkan berserakan ditanah sejauh 100 beat dari dalam rumah.
Sedang kondisi rumah korban sendiri, hancur rata dengan tanah. "Kami masih menyelidiki serbuk petasan yang dipakai korban," terang Mantan Kapolres Gresik.
Terpisah, Maseri (36), warga sekitar kejadian mengaku suara ledakan terdengar hingga ambit 150 meter. Saat kejadian, warga sibuk dengan aktifitas sholat tarweh. Sehingga, begitu suara ledakan terdengar, warga pun kaget dan berlarian ke sumber ledakan. "Korban saat itu membuat petasan di dalam rumah," pungkasnya.Sementara itu, hanya terpaut satu jam kemudian, ledakan mercon juga menggemparkan warga Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Korban tewas di Pakis atas nama Sugianto, warga Jalan Jamparing, Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Tiga orang kritis di TKP ini dan kini masih dirawat di RSSA serta Rumah Sakit Lavalete Kota Malang.
"Kami masih melakukan pemeriksaan di TKP. Korban tewas akibat terkena ledakan petasan yang dibuat para korban di dalam rumah," terang Kapolres Malang AKBP Rinto Djatmono, Selasa (14/8/2012) saat memimpin jalannya Identifikasi dan olah TKP di dua tempat berbeda(Sbk)