Satelit9.com, Cilegon - Untuk mengantisipasi kemungkinan serangan terorisme di breadth Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Kepolisian Daerah Banten menerjunkan satuan assemblage anjing pelacak K-9. Anjing itu menyisir di sejumlah kendaraan pribadi para pemudik yang hendak masuk ke Kapal Ferry di Dermaga I.
Kepala Kepolisian Daerah Banten Brigadir Jenderal Eko Hadi Sutedjo mengatakan Polisi Satwa Polda Banten akan terus melakukan penyisiran di sejumlah kendaraan pribadi para pemudik. “Satuan anjing pelacak diterjunkan sejak H-7 yang lalu untuk mengantisipasi adanya narkoba dan bahan peledak,” kata Eko Hadi Sutedjo, Kamis, 16 Agustus.
Menurut dia, potensi ancaman kejahatan yang tinggi pada saat musim mudik Lebaran dan pasca mudik Lebaran di antaranya hipnosis dan penipuan. Untuk itu Polda Banten akan memfokuskan untuk memperketat pengamanan di kawasan Pelabuhan Merak dan beberapa tempat wisata di Banten. Eko Hadi mengatakan kekuatan yang diturunkan yaitu 2/3 kekuatan atau 2.800 personil.
Briptu Awan Setiawan, anggota polisi dari satuan assemblage anjing pelacak Polda Banten, mengatakan anjing itu khusus untuk mendeteksi barang berjenis hulu ledak seperti bom. "Bila ada barang yang mencurigakan sejenis bom, anjing pelacak akan duduk berdiam diri tak bergerak. Namun kalau menemukan barang sejenis narkotika, dia akan menggonggong," kata Briptu Awan Setiawan.
pemudik terus memadati breadth parkir Pelabuhan Merak. Tidak hanya penumpang pejalan kaki, puluhan mobil pribadi juga mulai terlihat memadati dermaga. Peningkatan penumpang ini diprediksi masih akan terus terjadi hingga Sabtu, 18 Agustus mendatang.
Berdasarkan abstracts PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, pada Rabu 15 Agustus pukul 08.00 WIB hingga Kamis 16 Agustus pukul malam08.00 WIB, jumlah penumpang yang telah diseberangkan sebanyak 85.903 orang. Untuk penumpang pejalan kaki sebanyak 16.474 dan penumpang di atas kendaraan sebanyak 69.429 orang. (kevin)
.jpg)