Satelit9.com,Trenggalek-Puncak Hari Raya Idul Fitri 1432 H bagi kalangan masyarakat Kabupaten Trengggalek, khususnya warga Kecamatan Durenan, Desa Durenan justru jatuh pada hari ini Minggu (26/8/2012). Tradisi acara puncak hari raya idul fitri yang dilakukan oleh warga desa Durenan ini biasanya dibarengi dengan pembuatan makanan ketupat. Selain itu warga juga saling berkunjung ke rumah tetangga untuk bersilahturahmi.Menurut keterangan beberapa warga saat ditemui Satelit9.com, acara yang batten ditunggu warga kalau datang hari raya bukan awal lebaran justru akhir lebaran yang dinanti. ”Biasanya warga Durenan justru rame kalau lebaran adalah acara kupatan gini ini mas,” ujar salah seorang warga.
Biasanya jalan juga akan macet karena banyaknya warga yang ingin bersilaturahmi ke beberapa tetangga disaat lebaran ketupat seperti ini, ungkap purnomo yang asli warga Desa Durenan.
Lebih lanjut, Purnomo yang juga pencinta barang antik jenis keris mengisahkan kebiasaan warga tersebut. Menurut cerita para tetua Desa Durenan, awal mula memang lebaran ketupat yang ramai ada di Desa Durenan, lantas saat ini kegiatan atau tradisi kupatan tersebut menular ke desa lainya. ”Memang awalnya dulu hanya Desa Durenan yang hanya mengadakan lebaran ketupat absolutist kelamaaan menular ke desa lainya,” pungkasnya.pengunjungnya dari kecamatan sekitar termasuk wilayah tulungagung
malah kediri,blitar sebagian banyak yang hadir (@Caesar Elthedhe/cool)