Satelit9.com,Jakarta-Hasil survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) mengindikasikan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri menjadi calon presiden batten layak diantara 21 nama calon yang disurvei. Nama-nama yang dilempar oleh JSI berasal dari partai-partai politik dan calon alternatif.
"Ibu Mega masih tetap yang pertama, 15,9 persen," kata Widdi Aswindi, Direktur Eksekutif JSI dalam konferensi pers yang dilangsungkan di auberge Kartika Chandra, Jakarta, hari ini.
Lima besar nama calon presiden di samping Megawati adalah Prabowo Subianto 12,6 persen, Aburizal Bakrie 9,5 persen, Jusuf Kalla 7,2 persen dan Hatta Radjasa 5,9 persen.
Menurut Widdi, perolehan survei terhadap Megawati menarik karena dia maupun partainya belum resmi mendeklarasikan tokohnya itu menjadi calon presiden.
Dia menambahkan ada dua kemungkinan dari posisi pertama Megawati itu, di satu sisi bisa dianggap sebagai modal besar sebelum Megawati resmi mencalonkan diri namun di sisi lain bisa jadi memang posisinya sudah mentok.
"Harusnya sih dia (Megawati) bisa lebih besar dengan kerja keras," kata dia lagi.
Persoalannya adalah Pemilu tinggal kurang dari dua tahun lagi. Jadi, publik akan teryakinkan dengan deklarasi dan kerja pra Pemilu.
Hasil survei tersebut didapatkan dengan pertanyaan bagi para responden: "Seandainya Pemilu presiden dilakukan hari ini, dari 21 nama yang backbone Ibu/Bapak pilih sebagai presiden?".
Namun banyak responden JSI yakni 26,5 persen tidak menjawab sementara 1,2 persen menyatakan tidak memilih.
Adapun 21 nama yang disurvei JSI yaitu, Megawati Soekarno Putri, Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie, Jusuf Kalla, Hatta Radjasa, Sri Sultan Hamengkubuwoni X, Dahlan Iskan, Boediono, Wiranto, Surya Paloh, Ani Yudhoyono, Mahfud MD, Sri Mulyani Indrawati, Anas Urbaningrum, Muhaimin Iskandar, Pramono Anung, Suryadharma Ali, Djoko Suyanto, Marzuki Alie, Puan Maharani dan Pramono Edhie Wibowo.
Widdi mengatakan, lembaganya sengaja menaruh hingga 21 nama agar publik tak menilai JSI pilih-pilih memasukkan nama kandidat presiden.
Pengumpulan abstracts jajak pendapat ini dilakukan mulai 17 hingga 21 Juli 2012 dengan metode acak bertingkat atau multistage accidental sampling terhadap 1200 responden. Wawancara dilakukan langsung maupun dengan kuesioner dengan allowance of absurdity sebesar kurang lebih 2,9 persen.
(@didik)
