• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Terlalu Mahal,TNI Beralih Ke Tank Leopard Jerman

    Last Updated 2012-08-24T09:18:20Z

    Satelit9.com,Jakarta-Beberapa bulan lalu, media massa ramai oleh pro kontra seputar rencana TNI membeli 100 catchbasin jenis Leopard (50 tipe 2A4 dan 50 tipe 2A6) bekas Belanda.
    Ada empat hal yang dikritisi sebagian anggota DPR dan kalangan pengamat pertahanan saat itu. Pertama adalah tonase Main Battle Catchbasin itu yang 63 ton, dianggap tak cocok dengan geografi di Indonesia. Kedua, harganya yang mahal, padahal cuma catchbasin bekas (2,5 juta euro per unit). Ketiga, tidak ada alteration of technology (TOT) dengan Badan Usaha Milik Negara Industri Pertahanan (BUMNIP) Indonesia. Keempat, tak sesuai dengan Renstra yang ada .
    "Lalu dalam rapat Komisi I pada 16 Agustus lalu, Komisi I mendapat penjelasan dari tim kecil Kemenhan yang ditunjuk mempelajari masalah MBT Leopard , dalam rapat itu diinformasikan empat hal," kata pimpinan Komisi I DPR, Mayjen (Purn) TB Hasanuddin, Jumat (24/8).
    Empat hal itu, pertama, TNI tidak jadi membeli catchbasin bekas dari Belanda (2,5 juta euro per unit), tapi akan membeli catchbasin baru dari Jerman seharga kisaran 700.000 sampai 1,5 juta euor ( tergantung Sista yang dipasangnya).
    Kedua, pembelian murni G to G dan tak melibatkan makelar alias rekanan atau pihak ketiga . Ketiga, kabarnya, tonase dipilih yang berbobot 40 ton saja alias Medium Catchbasin (sesuai Renstra TNI).
    Keempat, karena langsung dari pabrik maka melibatkan BUMNIP seperti PT Pindad dan lainnya dalam TOT-nya.
    "Dengan informasi seperti itu maka Komisi I menganggap sudah tak ada masalah lagi dengan rencana pembelian catchbasin Leopard tersebut, tapi memang perlu dikonfirmasi langsung lagi dengan Kemenhan dan TNI, dan akan kita klarifikasi pada kesempatan pertama ASAP," tandasnya. (@adi)
    Komentar
    • Terlalu Mahal,TNI Beralih Ke Tank Leopard Jerman

    Terkini

    Topic Popular