Satelit9.com,Jakarta-Sedikitnya ada tujuh titik rawan kecelakaan di jalur lintas Kabupaten Tebo, Jambi. Jalur yang merupakan perlintasan kendaraan dari Jambi ke Sumatera Barat atau sebaliknya ini, termasuk kawasan padat pada saat arus mudik di H-7 hingga H+7 Hari Raya Idul Fitri. Tidak jarang, bus atau kendaraan pemudik yang tidak berhati-hati di titik-titik rawan tersebut mengalami kecelakaan.
Dengan kondisi ini, Dinas Perhubungan Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi mengimbau para calon pemudik atau balik Lebaran 2012 mewaspadai tujuh titik rawan di daerah itu. "Di tujuh titik daerah ini merupakan daerah rawan kecelakaan. Untuk itu, kami berharap para pengguna jalan khususnya calon pemudik dan balik lebaran lebih waspada," ujar Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tebo, Yanto, Minggu 12 Agustus 2012.
Tujuh titik rawan kecelakaan itu di antaranya adalah, di Kecamatan Tebo Ilir khususnya di kawasan Hutan Raya Bukit Sari, jalan lintas dekat Puskesmas Simpang Betung. Kemudian di Kecamatan Tebo Tengah yakni, di daerah Pelayangan, Simpang Penapalan dan tikungan sebelum jembatan Muara Kilis. Lalu, jalur di depan Lapas Kelas II B Muaratebo, jalur depan komplek perumahan, rumah sakit umum Muaratebo hingga daerah Sungai Alai."Selain tikungan yang menjadi titik rawan. Kerawanan juga disebabkan kondisi jalan yang rusak. Di antaranya ada di kilometer 3 arah Jambi hingga KM 15," katanya.
Menurut dia, akibat sejumlah titik di jalur lintas Kabupaten Tebo mengalami kerusakan menjadikan jalur tersebut sering terjadi kecelakaan. Untuk mengantisipasi adanya kecelakaan di titik rawan tersebut, Dishub Tebo telah berupaya memasang rambu-rambu lalu-lintas hampir di sepanjang lintas Kabupaten Tebo.
Tidak hanya itu, ia juga berharap, proses pengerjaan jalan di Kabupaten Tebo bisa cepat dilakukan. Sehingga persoalan kerusakan jalan di jalur lintas Tebo ini tidak memakan korban di saat arus mudik atau balik semakin padat. "Kami juga telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dalam upaya mengamankan jalur mudik di Tebo. Salah satunya dengan membentuk tim pengawas yang akan ditempatkan di beberapa titik posko," katanya.
Sementara itu, Buyung, sopir salah satu biking di Jambi berharap, pemerintah memperhatikan kondisi jalan lintas sebelum bulan Ramadan. "Kalau sekarang dilakukan perbaikan akan menambah kemacetan di jalur lintas. Seharusnya, sebelum Ramadan sudah dilakukan perbaikan karena kami sebagai sopir sangat dirugikan. Selain perjalanan menjadi terhambat, juga khawatir dengan bahaya kecelakaan," katanya.(@Kevin)
.jpg)