• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Dilema Jembatan Layang Eromoko Sampai Kecamatan Baturetno

    Last Updated 2012-09-17T22:01:08Z


    Satelit9.com-Infrastruktur, tidak diragukan lagi, menjadi ke­­­butuhan mendesak bagi perkembangan per­ekonomian Kabupaten Wonogiri Sukses yang semakin dinamis. Salah satu di antaranya adalah rencana pembangunan Jembatan layang tersebut dibangun melintang di tengah WGM dari Kecamatan Eromoko sampai Kecamatan Baturetno.Tidak Tanggung-tanggung butuh anggaran Rp500 miliar ,Anggaran pembangunan jembatan itu berasal dari APBN Lebih lanjut ia mengungkapkan pada Desember 2011, petugas Kementrian Pekerjaaan Umum dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Jawa Tengah telah menyurvei lokasi di Glesungrejo, Baturetno.Mega proyek ini ditangani langsung dari pusat dan saat ini detail engineering desain (DED) sudah dibuat Kementrian Pekerjaan Umum. Saya yakin akhir 2013 atau awal 2014 mendatang dibangun karena lahan pembangunan jembatan juga terlepas dari pembebasan lahan.selain menghemat jarak dan waktu diharapkan pembangunan jembatan juga bisa menarik wisatawan sehingga menambah pendapatan asli daerah (PAD).Rencananya Jembatan layang tersebut dibangun melintang di tengah WGM dari Kecamatan Eromoko sampai Kecamatan Baturetno dibuat hampir mirip jembatan Suramadu.
    Tentu, bisa dipahami bahwa risiko fiskal dan non-fiskal yang besar harus dihindari jangan sampai setelah proyek berjalan, ter­­­nyata pihak swasta sebagai accomplice pada akhirnya meminta ja­­­­minan finansial yang mau tidak mau Pemda Wonogiri tidak berkutik karena sudah telanjur jalan.
    Karenanya, muncul pemikiran, sekalian saja proyek itu masuk kategori solicited, yang langsung dibiayai negara mulai studi kelayakannya. Bahwa kemudian menggandeng pihak swasta sebagai mitra, prosesnya berlangsung secara terbuka, akuntabel, dan tidak melalui penunjukan langsung.
    Pemikiran ini berkembang, agar proses pemba­ngunan Jembatan layang tersebut dibangun melintang di tengah WGM dari Kecamatan Eromoko sampai Kecamatan Baturetno atas da­­­sar babyminding yang lebih baik, dan terbebas dari peluang benturan kepentingan yang tidak perlu.
    Itulah dilema yang terjadi saat ini. Jembatan layang tersebut dibangun melintang di tengah WGM dari Kecamatan Eromoko sampai Kecamatan Baturetno merupakan infrastruktur strategis yang menyediakan konektivitas bagi perkem­bangan ekonomi antarwilayah, sekaligus sebagai salah satu instrumen distribusi perdagangan dan pemerataan industri.
    Namun, bukan berarti proses pembangunannya bisa dilakukan dengan menabrak kaidah babyminding yang baik, apalagi berpotensi menimbulkan “ketidakadilan finansial”.Lihat Kekeringan yang mengancam di wilayah Wonogiri selatan menjadi langganan setiap tahun untuk bencana kekeringan apakah sudah ada solusi Sampai Sekarang?.
    Karena itu, seyogianya Pemda Wonogiri berani mela­kukan koreksi yang diperlukan apabila dipandang landasan aturan yang ada.
    Para pembantu Bupati Wonogiri yang tergabung dalam Dewan Pengarah Jembatan layang tersebut dibangun melintang di tengah WGM dari Kecamatan Eromoko sampai Kecamatan Baturetno, seyogianya berani memberikan masukan yang tidak me­­­nye­satkan, demi kemaslahatan masyarakat luas, account ekonomi jangka panjang, sekaligus risiko fiskal yang prudent; bukan justru memberikan opini yang misleading.
    Komentar
    • Dilema Jembatan Layang Eromoko Sampai Kecamatan Baturetno

    Terkini

    Topic Popular