Satelit9.com,Jakarta - Ratusan karyawan PT Jakarta Express Trans (PT JET) akhirnya menerima gaji. Sayangnya, mereka baru dibayar separuh dari gaji pokok per bulan.
Asep, Pramudi Trans-Jakarta koridor I jurusan Blok M-Kota di Jakarta saat dikonfirmasi satelit9.com, Senin (10/9), mengaku baru menerima separuh dari gaji pokok yang biasa dia aterima.
"Yang dibayar baru separuh gaji pokok. Sudah dikasih ke semua karyawan. Yang sisanya belum ada kejelasan dari manajemen," kata Asep.
Asep mengaku, dia bersama teman-temannya belum memperoleh informasi dari pihak manajemen terkait waktu pelunasan seluruh gaji mereka. Meski belum lunas, Asep mengaku akan tetap melayani penumpang pengguna Trans-Jakarta sambil menunggu pembayaran sisa gaji. "Ya, kerja seperti biasa, tapi kalau masalah gaji belum selesai," ungkapnya.
Asep mengatakan, gaji karyawan PT JET rata-rata dibayarkan senilai Rp1,6 juta per bulan. Ditambah uang makan sebesar Rp50 ribu per hari. "Kalau uang makan diambilnya per minggu Rp300 ribu terhitung dari pada tanggal 1 - 25 tiap bulan. Jadi, jumlah gaji dan uang makan seluruhnya Rp2,8 juta."
Direktur Operasional PT JET Payaman Manik mengaku belum dapat menjanjikan waktu pembayaran sisa gaji karyawannya. Soalnya, pihak manajemen tidak memiliki anggaran untuk menutup sisa piutang. "Belum ada duitnya," jawab Payaman.
Untuk menanggulanginya, Payaman menyebutkan, PT JET telah menyerahkan gugatan anggaran sekitar Rp17 miliar kepada Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI).
Menurut dia, gugatan tersebut merupakan akibat penyesuaian upah yang telah dimulai pada 2007. "Masih menunggu hasil gugatan di BANI dulu baru bisa membayar sisa gaji karyawan."
Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans-Jakarta Muhammad Akbar membenarkan, pihaknya telah menerima tagihan kompensasi tarif dari pihak PT JET pada Jumat (7/9). Dia menyebutkan, rata-rata tagihan per bulan yang diberikan pihaknya sebesar Rp5 miliar. "Kalau masalah gaji itu menjadi wewenang PT JET, ini bukan wewenang kami," ungkapnya.
Dia menambahkan, karyawan PT JET bisa mengusulkan pekerjaan baru di abettor Trans-Jakarta yang lain, apabila masa kontraknya berakhir pada Juni 2013.
Ada rencana, Perum DAMRI akan menggantikan abettor Trans-Jakarta pada jalur I (Blok M-Kota) dan jalur X (Cililitan-Tanjung Priuk) mulai beroperasi pada pertengahan 2013. (deva/cool)
.jpg)