Satelit9.com,Indramayu - Hujan perdana pada musim kemarau, Senin (10/9) dinihari mengejutkan warga Pantura Indramayu, Jabar, khususnya yang bermukim di Kecamatan Kandanghur, Losarang, Terisi, Cikedung dan sekitarnya. Bahkan hujan tersebut merepotkan petani garam dan perajin batu bata yang tidak mengira hujan turun.
Hujan deras pada malam hari itu berlangsung selama hampir dua jam. Yaitu pada pukul 19:00 WIB sampai pukul 20:00 WIB dan pukul 23:00 WIB hingga pukul 12:00 WIB.
Meski air hujan tak membuat banjir di sawah maupun pemukiman penduduk, namun hujan yang ‘nyelonong’ di musim kemarau itu cukup merepotkan warga. Terutama petani garam dan perajin batu bata merah.
Pasalnya,pengrajin garam itu termasuk yang tidak menyukai hujan. Karena sebagaimana dimaklumi air hujan menurunkan kualitas kadar garam.
Air hujan juga membuat produksi bata merah menjadi terganggu sebab dalam produksinya bata merah membutuhkan sinar matahari untuk proses pengeringan sebelum dibakar. Tak hanya itu, hujan juga merepotkan petani yang sedang menjemur gabah. (taryani/deva/adi)
.jpg)