Satelit9.com,Jakarta-Perhatian dunia internasional yang terus mempersoalkan intoleransi di Indonesia kembali dikejutkan lagi oleh penyerangan sistematis atas kelompok Syiah di Sampang. Tentu saja ini semakin mengikis citra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di mata internasional.
Menurut Ketua Setara Institut, Hendardi ketika berbincang dengan satelit9.com di Jakarta, Minggu malam (2/9), jika respon SBY yang menyatakan bahwa intelijen lemah melakukan deteksi hanya untuk menyelamatkan citra dirinya di mata internasional, bukan pembelaan terhadap korban.
"Cara ini adalah lalim karena semata demi diri yang tidak mau kehilangan muka," tegas Hendardi ketika dikonfirmasi.
Lebih lanjut, Hendardi menegaskan jika respon reaktif seperti yang dilakukan SBY itu bukanlah untuk memperbaiki kinerja menjamin kebebasan warga, melainkan hanya untuk merawat paras dirinya di mata dunia.
"Jelas itu semakin mencoreng paras SBY di hadapan kolega internasionalnya," tutupnya.
Seperti yang diketahui, pada 26 Agustus lalu ratusan orang anti-Syiah menyerang komunitas Syiah di Desa Nangkernang, Karang Gayam, Sampang. Akibat penyerangan tersebut, satu orang tewas, belasan luka-luka dan 37 rumah pengikut Syiah di wilayah setempat dibakar. (@ade/cool)
Menurut Ketua Setara Institut, Hendardi ketika berbincang dengan satelit9.com di Jakarta, Minggu malam (2/9), jika respon SBY yang menyatakan bahwa intelijen lemah melakukan deteksi hanya untuk menyelamatkan citra dirinya di mata internasional, bukan pembelaan terhadap korban.
"Cara ini adalah lalim karena semata demi diri yang tidak mau kehilangan muka," tegas Hendardi ketika dikonfirmasi.
Lebih lanjut, Hendardi menegaskan jika respon reaktif seperti yang dilakukan SBY itu bukanlah untuk memperbaiki kinerja menjamin kebebasan warga, melainkan hanya untuk merawat paras dirinya di mata dunia.
"Jelas itu semakin mencoreng paras SBY di hadapan kolega internasionalnya," tutupnya.
Seperti yang diketahui, pada 26 Agustus lalu ratusan orang anti-Syiah menyerang komunitas Syiah di Desa Nangkernang, Karang Gayam, Sampang. Akibat penyerangan tersebut, satu orang tewas, belasan luka-luka dan 37 rumah pengikut Syiah di wilayah setempat dibakar. (@ade/cool)
