Satelit9.com,Jakarta- Pemerintah Indonesia telah memastikan memblokir blur 'Innocence Of Muslims' sejak hari pertama di 16 URL. Menurut Menkominfo Tifatul Sembiring, blur itu rata-rata diunggah dari luar Indonesia.
"Dari hari pertama kita sudah melakukan blokir, antisipasi atas arahan dari Menko Polhukam. Kita bekerja sama dengan pengelola YouTube," kata Menkominfo di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (18/9).
URL (Uniform Resource Locator) adalah rangkaian karakter menurut suatu architecture standar tertentu, yang digunakan untuk menunjukkan alamat suatu sumber seperti dokumen dan gambar di Internet. Namun, menurut Menkominfo, memang ada pihak-pihak yang kemudian menggunggah kembali.
"Ada yang upload lagi, kita proses lagi," ujarnya seraya menambahkan bahwa Pemerintah Indonesia memblokir blur itu jauh lebih dulu dari Malaysia dan India.
"Situs yang menggunggah blur itu di luar negeri, saya tidak hitung juga berapa. Kalau di luar negeri tidak bisa, kalau di sini kita tangkap," katanya.
Sementara itu saat ditanya pendapatnya atas aksi protes terhadap blur itu di Indonesia, Tifatul yang mengaku hanya menyaksikan cuplikan blur tersebut mengatakan bahwa aksi protes wajar.
"Menurut saya harus diprotes tapi jangan kita berkelahi, kok polisi dilempar, kan bukan polisi yang bikin film. Protes, jangan melanggar hukum...jangan kita saling lempar, bocor kepala. Kok kita yang berkelahi gara-gara satu orang itu," katanya.( (@sbk)
.jpg)