Satelit9.com,Kabul-Aksi bom bunuh diri yang dilakukan seorang wanita dengan menggunakan mobil menyerang sebuah kendaraan di Kabul, Selasa (18/9). Peristiwa itu menewaskan 12 orang, termasuk delapan warga Afrika Selatan, dalam serangan gerilyawan untuk pembalasan bagi blur anti-Islam yang dibuat di Amerika.Serangan bom di satu jalan raya menuju bandara Kabul adalah serangan "bunuh diri" kedua di kota itu dalam 10 hari terakhir. Seorang juru foto AFP melihat setidaknya enam mayat tergeletak di antara puing-puing sebuah mobil yang hangus terbakar. Sementara sebuah kendaraan lainnya hancur di tengah jalan raya itu, dengan puing berserakan di sekitarnya.
"Pada sekitar pukul 06.45 (09.15 WIB seorang pembom bunuh diri menggunakan sebuah auto meledakkan bom yang dibawanya di satu jalan menuju bandara di Distrik 15. Akibatnya, sembilan pekerja sebuah perusahaan asing dan tiga warga Afghanistan tewas," kata polisi dalam satu pernyataan.
Kementerian luar negeri Afrika Selatan mengatakan, delapan warganya yang bekerja di sebuah perusahaan swasta di bandara itu termasuk di antara mereka yang tewas.
Kedubes AS kemudian mengonfirmasikan bahwa mereka yang tewas itu bekerja di sebuah perusahaan swasta yang memberikan pelayanan kepada USAID, serta organisasi-organisasi lainnya, dan menyampaikan pesan belasungkawa kepada keluarga korban.
"Kantor Presiden Afghanistan mengatakan tiga warganya tewas. Sementara 11 orang lainnya cedera," katanya dalam satu pernyataan.
Kelompok gerilyawan terbesar kedua Afghanistan, Hezb-i-Islami mengaku bertanggung jawab dan mengatakan pemboman itu dilakukan seorang wanita untuk membalas film, "Innocence of Muslims", yang telah memicu seminggu aksi anti-AS di seluruh Asia, Afrika Utara dan Timur Tengah.
"Serangan bom itu adalah pembalasan atas penghinaan terhadap Nabi kami," kata juru bicara Zuabair Sidiqi dalam percakapan telepon dengan AFP dari satu lokasi yang tidak disebutkan.( @cool)