Satelit9.com,Jakarta-Partai NasDem merespon nyata kekuatan buruh dan secara resmi melahirkan Gerakan Massa Buruh yang disingkat dengan Gemuruh Partai NasDem.
Persoalan masalah perburuhan tidak mampu diakomodasi oleh setiap unsur kepentingan di Indonesia, baik itu partai politik, padahal kaum buruhlah yang memiliki nilai sejarah tinggi dalam memperjuangkan kemerdekaan dan memiliki jumlah massa yang besar di Indonesia.
Gemuruh bertujuan untuk mempersatukan semua kepentingan buruh dan berjuang bersama memperjuangkan hak-haknya, yang selama ini sengaja diabaikan atau tidak oleh pemerintah, partai politik dan kelompok lainnya.
"Selama ini tidak ada satupun partai yang mampu memperjuangkan secara utuh dan penuh kepentingan para buruh, karena dianggap isu pinggiran. Hentikan semua keluhan dan air mata, nasib tidak akan berubah hanya dengan menunggu kecuali kita break dengan tangan dan keringat. Oleh karena itu, Partai NasDem berharap penuh kepada para buruh untuk bekerja sama memenangkan pemilu 2014 untuk membawa perubahan Indonesia," kata Ketua Umum DPP Partai NasDem Patrice Rio Capella seusai acara Konferensi, Deklarasi dan Pelantikan Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Massa Buruh (Gemuruh) Partai NasDem, Jakarta(2/9).
Menurut Ketua Umum DPP Gemuruh DPP Partau NasDem, Irma Suryani Chaniago, terdapat 117,7 juta angkatan kerja yang terdiri dari 109,67 juta orang bekerja, 7,7 juta penganggur, 13,52 juta setengah penganggur dan 21,6 juta paruh waktu. Mayoritas berpendidikan SD dan bekerja di sektor pertanian dan perdagangan.
Namun dari besarnya tenaga kerja yang dimiliki Indonesia, ternyata tidak mampu dimaksimalkan untuk kesejahteraan pekerja itu sendiri, karena selama ini mereka hanya dijadikan alat. Padahal jika mampu diselesaikan, masalah kesejahteraan dan kemiskinan di Indonesia dapat berkurang dengan signifikan.
"Hubungan industri di Indonesia penuh kepura-puraan dengan pelaku utamanya adalah masyarakat politik, birokrasi, biaya siluman preman yang memeras perusahaan dan akhirnya mengorbankan buruh. Masalah itu hrus kita kikis habis, dan sekurang kurangnya 50 persen bisa diselesaikan," ujarnya.
Deklarasi DPP Gemuruh Partai NasDem untuk menunjukan ke dunia bahwa Indonesia masih punya persoalan ekspolitasi buruh yang harus diperjuangkan. Sehingga Partai NasDem akan memperjuangkan hak para buruh dari upah, pendidikan, kesejahteraan rakyat dan sistem kerja, serta memiliki nilai tawar lebih di pemerintahan. Sehingga langkah ini, tidak semata-mata hanya untuk mobilisasi dukungan untuk Pemilu 2014. (ade)
Persoalan masalah perburuhan tidak mampu diakomodasi oleh setiap unsur kepentingan di Indonesia, baik itu partai politik, padahal kaum buruhlah yang memiliki nilai sejarah tinggi dalam memperjuangkan kemerdekaan dan memiliki jumlah massa yang besar di Indonesia.
Gemuruh bertujuan untuk mempersatukan semua kepentingan buruh dan berjuang bersama memperjuangkan hak-haknya, yang selama ini sengaja diabaikan atau tidak oleh pemerintah, partai politik dan kelompok lainnya.
"Selama ini tidak ada satupun partai yang mampu memperjuangkan secara utuh dan penuh kepentingan para buruh, karena dianggap isu pinggiran. Hentikan semua keluhan dan air mata, nasib tidak akan berubah hanya dengan menunggu kecuali kita break dengan tangan dan keringat. Oleh karena itu, Partai NasDem berharap penuh kepada para buruh untuk bekerja sama memenangkan pemilu 2014 untuk membawa perubahan Indonesia," kata Ketua Umum DPP Partai NasDem Patrice Rio Capella seusai acara Konferensi, Deklarasi dan Pelantikan Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Massa Buruh (Gemuruh) Partai NasDem, Jakarta(2/9).
Menurut Ketua Umum DPP Gemuruh DPP Partau NasDem, Irma Suryani Chaniago, terdapat 117,7 juta angkatan kerja yang terdiri dari 109,67 juta orang bekerja, 7,7 juta penganggur, 13,52 juta setengah penganggur dan 21,6 juta paruh waktu. Mayoritas berpendidikan SD dan bekerja di sektor pertanian dan perdagangan.
Namun dari besarnya tenaga kerja yang dimiliki Indonesia, ternyata tidak mampu dimaksimalkan untuk kesejahteraan pekerja itu sendiri, karena selama ini mereka hanya dijadikan alat. Padahal jika mampu diselesaikan, masalah kesejahteraan dan kemiskinan di Indonesia dapat berkurang dengan signifikan.
"Hubungan industri di Indonesia penuh kepura-puraan dengan pelaku utamanya adalah masyarakat politik, birokrasi, biaya siluman preman yang memeras perusahaan dan akhirnya mengorbankan buruh. Masalah itu hrus kita kikis habis, dan sekurang kurangnya 50 persen bisa diselesaikan," ujarnya.
Deklarasi DPP Gemuruh Partai NasDem untuk menunjukan ke dunia bahwa Indonesia masih punya persoalan ekspolitasi buruh yang harus diperjuangkan. Sehingga Partai NasDem akan memperjuangkan hak para buruh dari upah, pendidikan, kesejahteraan rakyat dan sistem kerja, serta memiliki nilai tawar lebih di pemerintahan. Sehingga langkah ini, tidak semata-mata hanya untuk mobilisasi dukungan untuk Pemilu 2014. (ade)
