• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Penyelenggaraan PON di Riau Darurat

    Last Updated 2012-09-07T21:00:45Z


    Satelit9.com-APARAT Kerja Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng serta Ketua Panitia Penyelenggara Pekan Olahraga Nasional XVIII Rusli Zainal beberapa hari lalu menegaskan keyakinan bahwa PON akan tetap berjalan sesuai rencana. Segala persiapan terus dilakukan dan berbagai fasilitas yang diperlukan bagi suksesnya penyelenggaraan PON XVIII akan selesai pada saatnya.
    Ketua Panitia Penyelenggara PON XVIII tidak sependapat dengan penilaian media massa bahwa penyelenggaraan PON di Riau disebut darurat. Menurut Rusli Zainal, penilaian itu terlalu dilebih-lebihkan.
    Menpora mencoba membela Rusli Zainal. Di mata Menpora, persiapan PON XVIII sudah maksimal. Hanya dua venues yang dianggap masih dalam proses penyelesaian yaitu tempat pertandingan untuk cabang menembak dan futsal.
    Di mata Menpora, PON XVIII akan menjadi ajang bagi atlet-atlet nasional untuk unjuk kemampuan. Meski fasilitas pertandingan minimalis, namun prestasi atlet-atlet yang akan berlaga di PON Riau tetap akan maksimal.
    Sungguh kita sedih melihat logika yang dipakai para pejabat yang bertanggung jawab pada pembinaan generasi muda dan olahraga nasional. Apalagi anggota Komisi X DPR membiarkan logika yang tidak masuk akal itu disampaikan tanpa ada upaya untuk meluruskannya.
    Terlihat sekali bahwa para pejabat kita hanyalah hebat di belakang meja saja. Mereka tidak pernah sungguh-sungguh turun ke lapangan dan melihat apa yang sebenarnya terjadi. Bagaimana kedodorannya persiapan pelaksanaan PON XVIII ini.
    Bisa-bisanya Menpora mengatakan bahwa tidak terlalu masalah fasilitas pertandingan yang minimalis. Bahkan dengan sesumbar mengatakan bahwa meski fasilitas minimalis, prestasinya tetap akan maksimal.
    Mana mungkin prestasi akan bisa maksimal, ketika fasilitasnya seadanya. Dengan tempat penginapan yang belum juga selesai saat kontingan mulai berdatangan, bagaimana para atlet bisa beristirahat cukup. Dengan isitirahat yang buruk, pasti penampilan akan terganggu.
    Bagaimana prestasi akan bisa dipacu apabila lapangan pertandingan tidak standar. Fasilitas kolam renang dikeluhkan atlet karena kotoran yang ada di dasar kolam serta bau yang tidak enak.
    Menpora tiba-tiba bisa bersikap tidak seperti layaknya mantan atlet tenis yunior. Ketika ia masih aktif sebagai pemain, ia merasakan bagaimana lapangan yang tidak standar akan mempengaruhi permainannya. Olahragawan tidak bedanya seniman, di backbone perasaan atau affection akan sangat berpengaruh terhadap penampilan.
    Kemarin kita melihat bagaimana kondisi darurat benar-benar harus dihadapi. Bukan hanya atlet Kalimantan Timur yang terlantar tidak bisa masuk perkampungan atlet, tetapi atap di Stadion Tenis roboh tidak sanggup menahan curahan hujan.
    Beberapa pekerja yang masih ada di stadion itu mengalami luka-luka. Bahkan mobil milik kontingen Sumatera Utara hancur, masih untung tidak ada orang di dalamnya.
    Yang tidak kalah ironis adalah kondisi tempat pertandingan futsal. Kebocoran yang terjadi di mana-mana membuat lapangan tergenang. Apalagi air bawah tanah juga ikut, sehingga membuat lapangan futsal tidak mungkin dipergunakan.
    Sepanjang kita terus bersikap permisif seperti ini, maka akan sulit bagi bangsa ini untuk bisa maju. Semua kekurangan selalu dicarikan pembenaran dan pemaafan. Dengan sikap seperti ini, maka kita tidak pernah memiliki kultur yang kuat.
    Padahal pembentukan karakter yang menjadi kunci bangsa Korea menjadi bangsa maju. Tidak pernah ada maaf atas kekurangan yang dilakukan karena kelalaian. Bahkan bangsa Korea menggunakan tangan untuk membentuk kultur bangsanya agar tangguh.
    Dalam persiapan PON XVIII ini, kekurangan yang ada bukan hanya disebabkan karena perencanaan yang kurang baik, tetapi karena perilaku korup. Sebanyak 14 pejabat di Riau sudah dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Kedaruratan yang kita hadapi di PON XVIII ini bukan hanya terbatas pada buruknya fasilitas, tetapi juga mentalitas.
    Komentar
    • Penyelenggaraan PON di Riau Darurat

    Terkini

    Topic Popular