• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    PON XVIII di Riau Pengamanan Libatkan Lima Polda

    Last Updated 2012-09-03T00:02:05Z

    Satelit9.com,Riau-Pelaksanaan PON XVIII di Riau akan melibatkan lima polda di wilayah Sumatera, termasuk ribuan personel Polda Riau. Kapolda Riau Brigjen Pol Suedi Husein di Pekanbaru, Minggu, mengatakan, pihaknya meminta bantuan Polda Sumut, Polda Jambi, Polda Sumsel, dan Polda Sumbar.
    Menurut Suedi, bantuan keempat polda itu berupa kendaraan operasional beserta personel. "Kami kekurangan mobil dan sepeda motor, sementara pengadaannya tidak mungkin sempat lagi. Jadi, kami pinjam dari sana (empat polda), termasuk personelnya 25 orang," katanya.
    Bala bantuan itu akan melengkapi pasukan Polda Riau yang sudah disiapkan. Suedi menyebutkan, sekitar 4.600 personel Polda Riau akan disiagakan selama pelaksanaan PON XVIII.
    Untuk pengamanan di wilayah perairan, akan disiagakan 12 kapal Direktorat Polair yang berpatroli secara rutin. "Jumlah personel kami absolute kurang lebih 4.600 orang. Sebanyak 1.100 personel dari Polda Riau dan lainnya dari jajaran polres di kabupaten/kota di Riau," kata Suedi.
    Pengamanan PON XVIII juga akan melibatkan TNI dan Satpol Pamong Praja. Digabung personel Polri, mereka membentuk tujuh satuan tugas dalam satu payung operasi dengan sandi "Serindit Siak". "Seluruh personel dengan bantuan TNI dan Satpol PP berjumlah 5.090 personel," ujar Suedi.
    Operasi Serindit Siak bertujuan mengamankan 54 amphitheatre pertandingan, atlet, dan ofisial, auberge dan penginapan, serta menjaga kelancaran arus lalu lintas selama pelaksanaan PON XVIII.
    Perhelatan itu diikuti 33 provinsi dan akan dibuka secara resmi pada 11 September oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sejumlah pertandingan sudah dimulai pada 6 September dan penutupan dijadwalkan 20 September.
    Guna memperkuat kebutuhan akan tenaga listrik selama PON, pihak PLN Pekanbaru melakukan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah.
    "Kami telah memberikan jadwal pemadaman listrik secara bergilir ini lewat media cetak," kata Humas PLN Cabang Pekanbaru, Dharmawi Darsono, di Pekanbaru, Minggu.
    Pemadaman listrik dilakukan untuk memperkuat sistem atau pasokan listrik guna memenuhi kebutuhan PON di Pekanbaru. "Salah satunya, pengoperasian uji coba berbagai sistem atau pembangkit di beberapa area (arena) PON, sehingga harus dilakukan penguatan sistem," kata Dharmawi.
    Pemadaman listrik oleh PLN Cabang Pekanbaru untuk sejumlah wilayah di Riau terpantau telah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Jadwal pemadaman oleh perusahaan negara itu juga dilakukan secara acak dan dengan rentang waktu cukup beragam.
    Sementara itu, Gubernur Riau HM Rusli Zainal meyakini, perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII akan membawa berkah ekonomi bagi Riau. PON, menurutnya, akan membawa daerah itu menuju gerbang kemakmuran. Pembangunan menjadi pesat, perekonomian atau industri dan berbagai hal juga akan maju.
    Menurut Rusli, di Pekanbaru, kemarin, PON XVIII tahun 2012 yang diselenggarakan di Riau mulai 9 September merupakan accident luar biasa yang bakal membawa daerah ini menuju hal-hal positif. Masyarakat di Riau, katanya seperti dikutip Antara, akan menikmati dampak positif penyelenggaraan PON.
    PON juga diyakini mampu menjadi megnet bagi wisatawan luar daerah maupun internasional. "Kesempatan itu sudah sepantasnya dimanfaakan masyarakat lokal dalam berinovasi dan berkreasi. Pelayanan apa yang diberikan kepada pendatang tentu juga harus mengikuti selera pasar," kata Rusli.
    PON, menurut Rusli, juga menjadi kesempatan bagi Riau tampil menjadi daerah yang maju -- tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.
    Saat ini berbagai pembenahan terus dilakukan hingga segalanya berjalan maksimal. "Jika segala infrastruktur telah memuaskan, maka Riau juga ke depan mampu menjadi daerah kunjungan utama bagi wisatawan, termasuk broker asing," kata Rusli. Rusli mengaku optimistis bahwa Riau selaku tuan rumah PON XVIII meraih juara umum.
    "Riau akan mengikuti 39 cabang olahraga, dan insya Allah kita keluar sebagai juara umum," katanya.
    Rusli mengakui, ambition juara umum PON XVIII bukan tanpa alasan. Dari rekam jejak keikutsertaan Riau dalam perhelatan olahraga nasional itu, prestasi atlet Riau cenderung meningkat.
    Ketika PON digelar di Jawa Timur tahun 2000 silam misalnya, Riau berada di posisi 18 dengan 16 cabang olahraga (cabor) yang diikuti. Kemudian posisi Riau naik ke peringkat 11 pada penyelenggaraan PON di Sumatera Selatan, dan saat PON XVII di Kalimantan Timur berada di peringkat 10 besar dengan mengikuti 24 cabor.
    Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, tinggal dua amphitheatre PON 2012 Riau yang belum rampung pengerjaannya. Meski demikian, menurut dia, di Jakarta, Minggu, pihaknya mengimbau masyarakat maupun atlet yang akan turun pada kejuaraan olahraga terbesar di Tanah Air ini tidak perlu khawatir bahwa pelaksanaannya akan terhambat.
    "Kedua venues ini akan siap batten lambat 4 September nanti. Yang jelas saat ini terus dikebut persiapannya," kata Menpora di sela gerak jalan dukungan PON oleh Persatuan Masyarakat Riau Jakarta di halaman Kemenpora, Jakarta.
    Menurut dia, dua venues yang saat ini belum tuntas dalam pengerjaannya adalah lapangan menembak dan futsal. Untuk menembak saat ini masih dalam tahap pemasangan alat, sedangkan futsal saat ini masih menunggu pemasangan atap gedung.
    Andi mengaku, secara umum persiapan pelaksanaan PON XVIII sudah berjalan baik. Terbukti 52 dari 54 venues yang akan digunakan untuk pertandingan telah siap, termasuk pendukungnya.(kevin )
    Komentar
    • PON XVIII di Riau Pengamanan Libatkan Lima Polda

    Terkini

    Topic Popular