Satelit9.com,Banyumas-Belasan seniman ebeg di Banyumas, Jawa Tengah, melakukan aksi sempatik sebagai protes terhadap pernyataan Gubernur Bibit Waluyo yang menyatakan kesenian jaran kepang atau kuda lumping sebagai kesenian terjelek di dunia.
Unjuk rasa dilakukan dengan membawa ebeg atau kudang lumping berkeliling di sejumlah jalan menuju ke Alun-Alun Purwokerto, Rabu (12/9).
Pernyataan Bibit disampaikan pada The 14th Merapi and Borobudur Senior's Amateur Golf Tournament Competing The Hamengku Buwono X Cup di Borobudur International Golf and Country Club, Kota Magelang, Jawa Tengah, Minggu (9/9) malam.
Di Pendopo Si Panji, mereka juga membentangkan spanduk bertulisan 'Bibit tidak Layak Jadi Pemimpin Jateng'. "Aksi ini adalah ekspresi seniman ebeg yang sama dengan kuda lumping. Kami menganggap bahwa Bibit tidak layak sebagai seorang pemimpin. Dan kami menuntut agar dia minta maaf," tegasnya.
Aksi yang berlangsung singkat tersebut berakhir dengan tertib setelah para pengunjuk rasa ditemui oleh Wakil Bupati Banyumas Achmad Husein(@Andhini/cool)
Unjuk rasa dilakukan dengan membawa ebeg atau kudang lumping berkeliling di sejumlah jalan menuju ke Alun-Alun Purwokerto, Rabu (12/9).
Pernyataan Bibit disampaikan pada The 14th Merapi and Borobudur Senior's Amateur Golf Tournament Competing The Hamengku Buwono X Cup di Borobudur International Golf and Country Club, Kota Magelang, Jawa Tengah, Minggu (9/9) malam.
Di Pendopo Si Panji, mereka juga membentangkan spanduk bertulisan 'Bibit tidak Layak Jadi Pemimpin Jateng'. "Aksi ini adalah ekspresi seniman ebeg yang sama dengan kuda lumping. Kami menganggap bahwa Bibit tidak layak sebagai seorang pemimpin. Dan kami menuntut agar dia minta maaf," tegasnya.
Aksi yang berlangsung singkat tersebut berakhir dengan tertib setelah para pengunjuk rasa ditemui oleh Wakil Bupati Banyumas Achmad Husein(@Andhini/cool)
