Satelit9.com,Benghazi-Presiden Libya, Mohammed Magarief, mengatakan sekitar 50 orang ditangkap terkait serangan terhadap konsulat AS di Benghazi, Selasa pekan lalu. Menurut Nagarief, serangan tersebut direncanakan oleh orang-orang asing yang memiliki hubungan dengan Al Qaida.
Serangan di Benghazi itu dilakukan saat berlangsungnya protes menentang blur "Innocence Muslims" yang dibuat di AS yang disebut menghina Nabi Muhammad. Duta Besar AS untuk Libya Christopher Stevens dan tiga warga lain Amerika tewas dalam serangan tersebut.
Beberapa dari para tersangka itu, termasuk mereka yang merencanakan serangan tersebut, dikatakan berasal dari luar Libya, yaitu Mali dan Aljazair.
Beberapa tersangka memiliki hubungan dengan Al Qaida dan menyebut penyerang-penyerang lain bersekutu dengan kelompok itu atau simpatisan mereka.
"Secara pasti serangan itu direncanakan oleh orang-orang asing, yang memasuki Libya beberapa bulan lalu dan mereka merencanakan aksi-aksi kriminal sejak kedatangan mereka," kata Magarief, dalam wawancara pada affairs "Face the Nation", di stasiun TV CBS.
Situasi keamanan di Libya disebutnya masih tetap "sulit" bagi warga AS, juga bagi orang-orang Libya.
AS ingin FBI menyelidiki serangan terhadap konsulat itu, namun Magarief mengatakan mungkin masih terlalu dini untuk mengirim penyelidik ke Libya.
"Mungkin lebih baik mereka menjauh untuk sementara waktu sampai kami melakukan apa yang harus kami lakukan," kata Nagarief.
Presiden AS, Barack Obama, berjanji mengadili mereka yang bertanggung jawab atas serangan di Benghazi, yang kata para pejabat AS mungkin telah direncanakan sebelumnya.
Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengatakan, Washington tidak memiliki kaitan dengan blur yang disebutnya "menjijikkan dan tercela" itu.
Serangan mematikan itu mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Serangan terhadap konsulat AS di Libya itu dilakukan hanya beberapa jam setelah kelompok muslim garis keras menyerbu Kedutaan Besar AS di Kairo dalam protes serupa terhadap sebuah blur buatan AS yang dianggap menghina Islam.
NATO memimpin operasi udara tujuh bulan di Libya tahun lalu yang membantu menggulingkan pemerintah Muamar Khaddafi.
Pemerintah baru Libya hingga kini masih berusaha mengatasi banyaknya individu bersenjata dan milisi yang memperoleh kekuatan selama konflik bersenjata yang menggulingkan Khaddafi.
Benghazi sering dijadikan sasaran pemboman dan serangan-serangan terhadap konvoi tentara AS dan NATO serta organisasi internasional Barat.
Kota di Libya timur itu adalah tempat lahirnya pemberontakan anti-pemerintah dan menjadi markas Dewan Transisi Nasional (NTC). (reuters/cool)
