Satelit9.com,Tanjungpinang- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam mengutuk keras terjadinya penganiayaan dan intimidasi terhadap sejumlah wartawan yang melakukan tugas jurnalistik saat insiden jatuh pesawat Hawk 200 milik TNI AU.
"AJI Batam mengutuk keras tindakan yang dilakukan oknum anggota TNI Angkatan Udara tersebut. Harus ada sanksi tegas terhadap pelaku," kata Sekretaris AJI Batam Nikolas Panama di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Selasa (16/10).
Nikolas mengatakan, aksi penganiayaan dan intimidasi terhadap wartawan yang sedang meliput sudah sering terulang dan harus ada tindakan tegas terhadap pelaku agar tidak terulang kembali.
"Harus ada sanksi kepada pelaku agar ada efek jera, jika tidak akan terulang kembali," tegasnya.
Wartawan Antara Biro Kepulauan Riau, Rian, mengatakan, pemukulan oleh oknum TNI AU itu merupakan bentuk tindakan kekerasan terhadap wartawan, bahkan dengan mengambil peralatan wartawan yang sedang bertugas itu merupakan bentuk perampokan.
"Mengambil peralatan wartawan dengan cara paksa itu jelas merupakan perampokan, karena itu bukan hak milik TNI," tegasnya.
Bahkan menurut dia, seharusnya TNI AU melindungi wartawan dan warga di sekitar lokasi kejadian agar tidak terkena risiko, bukan malah memukuli dan merampas peralatan wartawan serta warga yang menyaksikan insiden tersebut.
Nikolas menyebut, wartawan selama ini juga berperan atau memberikan kontribusi positif yang nyata terhadap kemajuan TNI AU maupun TNI secara umum dalam peliputan sebagai mitra.
"Kami mengimbau sekaligus mengingatkan kepada TNI maupun satuan lainnya untuk menghargai tugas jurnalistik, bukan malah mengganggu tugas jurnalistik itu," ujar dosen Jurnalistik di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang itu.
Pesawat Hawk 200 jatuh di sekitar pemukiman warga RT 03, RW 03, Dusun 03, Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Selasa.
Rian FB Anggoro, pewarta Antara Biro Riau, mendapat penganiayaan oleh sejumlah oknum anggota TNI AU saat meliput kejadian tersebut.
Selain Rian, lima wartawan lain juga dianiaya sejumlah prajurit TNI Angkatan Udara dari Pangkalan Udara Roesmin Norjadin tersebut. Mereka adalah Didik Herwanto (fotografer Riaupos, Jawapos Grup), Fakhri Rubianto (reporter Riau Televisi), Ari (TV One), Irwansyah (reporter RTV) dan Andika (fotografer Vokal).
Penganiayaan terhadap keenam wartawan itu berupa pemukulan, perampasan alat-alat kerja bahkan ada wartawan yang diinjak-injak dan dicekik.(RZY)
