Satelit9.com,Jakarta-Minimnya rambu lalu lintas di lokasi proyek pembangunan jalur ganda (double track) kereta api (KA) di dekat Stasiun Rawabuaya, Cengkareng, Jakarta Barat mulai dikeluhkan pengguna jalan. Terlebih, pengerjaan proyek itu juga menutup dua lajur di bawah Jl Outer Ring Road sehingga kendaraan dari arah Cengkareng menuju Kembangan maupun sebaliknya tidak dapat melintas. Alhasil, banyak pengendara yang terpaksa memutar balik hingga memicu terjadinya kemacetan di kawasan tersebut.
"Seharusnya jika melakukan penutupan jalan, pelaksana proyek memasang pemberitahuan di depan jalan layang agar para pengendara tidak masuk ke jalur bawah. Saat ini rambu dan pemberitahuannya ada di dekat rel sehingga banyak pengendara mobil maupun motor terjebak," keluh Aris (30), pengendara mobil saat terjebak di sekitar lokasi proyek, Kamis (25/10).
Sementara itu, bagi para pengendara motor, karena jauhnya putaran balik, sebagian diantara mereka justru nekat melawan arus dengan melewati bahu jalan untuk kembali ke jalan layang. "Terpaksa melawan arus karena putarannya jauh yakni di kolong jalan layang dekat kantor PLN," kata Wawan (40) salah seorang pengendara sepeda motor.
Kadaops I PT KAI, Mateta Rizalulhaq mengaku telah memasang rambu dan menjalankan sosialisasi sesuai ketentuan. Pihaknya, kata Mateta, sudah memasang tanda rambu lalu lintas di kedua jalur yang ditutup untuk sementara terkait pengerjaan proyek jalur ganda driver band Stasiun Duri-Tangerang yang panjangnya mencapai 19,31 kilometer.
Ditambahkan Mateta, pengerjaan proyek ini akan rampung akhir tahun nanti. Untuk itu, dirinya mengimbau kepada para pengguna kendaraan untuk tidak melintasi jalur bawah Jl Outer Ring Road melainkan melalui jalan layang. "Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami juga berharap, untuk sementara para pengguna jalan menghindari lokasi proyek," tandasnya.(erik)