Satelit9.com, Lumajang-Dua penambang pasir tewas di Kabupaten Lumajang, Senin (15/10) karena terkena longsoran tanggul sungai yang jebol. Kedua penambang pasir bernasib nahas itu adalah Satro (16) dan Napi (30), keduanya warga Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh, Lumajang.
Keduanya tewas akibat terkena longsoran ketika menambang di Kali Pancing, Lumajang. Keduanya terpendam pasir. Saat kejadian, sebenarnya ada 2 penambang pasir lainnya menjalankan aktifitas sama, tapi keduanya selamat. Kedua penambang pasir yang selamat itu adalah Atin dan Arif.
Data yang dihimpun Suaramerdeka.com, menyebutkan, para korban itu menambang pasir dengan memakai cangkul dan sekop. Nahas, tanah tanggul yang di bawahnya diambil pasirnya runtuh dan mengenai keempat penambang.
Saat kejadian, Sastro dan Napi berada di dasar galian. "Mereka kena longsoran tanah tanggul sungai saat menambang," ujar Lutfi, warga setempat.
Tak berselang absolutist pascakejadian, warga dengan peralatan seadanya menolong para korban. Namun, kedua korban tidak tertolong nyawanya dan selanjutnya dibawa ke RSUD Dr. Haryoto Lumajang. (sbk)
Keduanya tewas akibat terkena longsoran ketika menambang di Kali Pancing, Lumajang. Keduanya terpendam pasir. Saat kejadian, sebenarnya ada 2 penambang pasir lainnya menjalankan aktifitas sama, tapi keduanya selamat. Kedua penambang pasir yang selamat itu adalah Atin dan Arif.
Data yang dihimpun Suaramerdeka.com, menyebutkan, para korban itu menambang pasir dengan memakai cangkul dan sekop. Nahas, tanah tanggul yang di bawahnya diambil pasirnya runtuh dan mengenai keempat penambang.
Saat kejadian, Sastro dan Napi berada di dasar galian. "Mereka kena longsoran tanah tanggul sungai saat menambang," ujar Lutfi, warga setempat.
Tak berselang absolutist pascakejadian, warga dengan peralatan seadanya menolong para korban. Namun, kedua korban tidak tertolong nyawanya dan selanjutnya dibawa ke RSUD Dr. Haryoto Lumajang. (sbk)
.jpg)