Satelit9.com,Maluku-Gempa berkekuatan 7,0 skala Richter yang mengguncang Kepulauan Aru, Maluku, Jumat (12/12) pukul 07.31.29 WIB, tidak tercatat di sistem Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).Keterangan tertulis dari Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan saat ini BMKG sedang rapat untuk menelusuri penyebab masalah tersebut. Sebab, akibat lolos dari sistem, informasi bencana itu tidak terdistribusikan secara otomatis ke beberapa lembaga dan media.
Menurutnya, BMKG dan BNPB telah melakukan koordinasi terkait dengan gempa tersebut.
Posko BNPB telah melakukan konfirmasi dampak gempa ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan satuan TNI di daerah terdampak..
USGS mencatat gempa bumi 6,7 SR dengan pusat gempa berada di 4.82 lintang selatan, 134.085 bujur timur di daerah sekitar bawah kepala burung Papua atau 103 kilometer (km) sebelah utara Dobo, Maluku. Pusat gempa pada kedalaman 24,7 km. Gempa dirasakan di Nabire III MMI (modified mercalli Intensity), Wamena II sampai III MMI, dan di Ambon III hingga IV MMI.
Saat terjadi gempa, warga yang merakan guncangan panik, berhamburan ke luar rumah, dan mencari tempat aman. akibat bencana itu, sejumlah bangunan dilaporkan rusak, tetapi belum ada laporan korban jiwa.
Setelah gempa pertama sempat terjadi gempa susulan, yaitu pukul 08.29.19 dengan kekuatan 5,2 SR dan pukul 08.34.52 berkekuatan 5,1 SR. Gempa tersebut tidak menimbulkan tsunami(cool/DSY)