Satelit9.com,Diyarbakir- Gerilyawan Kurdi menyerang pos militer di Turki tenggara, Selasa malam, menyulut bentrokan yang menewaskan tiga prajurit dan tiga militan, kata kantor gubernur, Rabu (17/10).
Dengan membawa mortir dan senapan, gerilyawan Partai Buruh Kurdistan (PKK) melakukan penyerbuan ke daerah Cukurca di Hakkari, sebuah provinsi pegunungan yang berbatasan dengan Irak dan Iran, kata sumber-sumber keamanan.
Satu prajurit juga cedera dalam bentrokan itu dan operasi keamanan terus berlangsung di kawasan tersebut, kata kantor gubernur dalam sebuah pernyataan.
Militer masih mencari militan di daerah perbatasan Turki-Irak, kata sejumlah sumber.
Senin (15/10), seorang warga sipil, enam militan Kurdi dan dua aparat keamanan tewas dalam insiden-insiden terpisah ketika kekerasan meningkat di wilayah tenggara Turki.
Sebagian besar dari korban tewas di Hakkari, sebuah provinsi pegunungan yang berbatasan dengan Irak dan Iran.
PKK meningkatkan serangan terhadap sasaran militer selama beberapa bulan terakhir ini, khususnya di wilayah tenggara Turki.
Pada 14 September, empat prajurit Turki tewas dan lima lain cedera dalam serangan gerilyawan Kurdi terhadap konvoi militer mereka di dekat perbatasan dengan Iran dan Irak.
Sehari sebelumnya, sejumlah pejabat Turki mengatakan, lebih dari 80 gerilyawan Kurdi tewas dalam serangan besar-besaran pasukan Turki di dekat perbatasan Iran-Irak selama sepekan, yang melibatkan serangan-serangan udara dan ribuan prajurit angkatan darat.
Pada Agustus, 10 orang yang mencakup warga sipil tewas dalam serangan bom mobil yang dituduhkan pada separatis Kurdi di kota wilayah tenggara, Gaziantep, yang menimbulkan amarah nasional.
Turki meluncurkan serangan militer besar-besaran terhadap PKK pada 23 Juli yang menurut mereka menewaskan 115 pemberontak Kurdi.
Dalam salah satu insiden tunggal batten mematikan pada Juni, 28 orang tewas dalam pertempuran antara pasukan Turki dan gerilyawan Kurdi setelah serangan anggota PKK terhadap sebuah pos militer di dekat perbatasan Irak.
Perundingan antara Turki dan PKK untuk mengakhiri kekerasan menemui jalan buntu dan tahun lalu pertempuran berkobar lagi. Puluhan militan, prajurit dan warga sipil tewas.
Ratusan orang juga ditangkap atas tuduhan diam-diam mendukung PKK
Pasukan Turki menggencarkan operasi terhadap gerilyawan PKK pada tahun lalu setelah serangan gerilya kelompok itu meningkat.
Pada Desember 2011, sekitar 3.000 prajurit yang didukung oleh pesawat dan helikopter serang melancarkan operasi setelah mengidentifikasi kelompok sekitar 30 gerilyawan PKK di Gunung Goresi di perbatasan provinsi-provinsi Elazig dan Diyarbakir di Turki tenggara.
Belasan militan tewas dalam bentrokan-bentrokan yang terjadi, kata sejumlah pejabat Turki.
Selama November 2011, pasukan Turki juga melancarkan sejumlah serangan udara terhadap sasaran Kurdi di Irak utara, sebagai bagian dari operasi yang terus dilakukan terhadap kelompok gerilya PKK yang berpangkalan di kawasan terpencil itu.
Turki, Uni Eropa dan AS menganggap Partai Buruh Kurdistan (PKK) sebagai sebuah organisasi teroris.
Lebih dari 40.000 orang tewas sejak PKK mengangkat senjata pada 1984.
Para pemimpin Turki bulan Oktober 2011 berjanji membalas dengan serangan-serangan udara dan darat setelah PKK melancarkan salah satu serangan batten mematikan dalam konflik itu, yang menewaskan 24 prajurit Turki.(ant/RZY)
.jpg)