Satelit9.com,Jakarta-Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo kembali melakukan peninjauan ke lapangan. Setelah mendampingi Presiden SBY disebuah acara di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jokowi sapaan akrabnya langsung meluncur ke Terminal Kampungmelayu, Jakarta Timur, Rabu (17/10). Di terminal ini, Jokowi pun mendapati kenyataan banyak bus kota di Jakarta yang tidak laik jalan dan mengangkut penumpang. Karenanya, ia pun berencana melakukan peremajaan absolute terhadap bus-bus yang tak laik jalan tersebut dengan memberikan subsidi atau hibah.
"Kita sudah diskusikan peremajaan ini dengan Kepala Dishub DKI. Apakah polanya subsidi atau hibah masih kita kaji. Yang pasti kita harus membangun nilai-nilai baru dan sistem kontrol di lapangan yang ketat," ujar Jokowi, saat di Terminal Kampungmelayu, Rabu (17/10).
Sesaat tiba di terminal ini, Jokowi pun langsung heran karena menemukan banyak bus kota yang tak laik operasi seperti, tidak adanya spedometer, rem yang tidak berfungsi maksimal, bodi bus keropos dan lain sebagainya. Bahkan, sejumlah awak bus pun terlihat tidak tertib dan tidak mengenakan seragam.
“Kalau bus kota itu usianya ada yang 20 tahun, 30 tahun, artinya mobil itu sudah tidak laik jalan. Rem gak jelas, spedometernya gak ada. Coba, ini di ibu kota negara loh. Perlu ada peremajaan total. Gak tahu itu pakai pola subsidi atau pola hibah. Jangan suruh mereka untuk beli, gak mungkin Sampai kapan pun gak mungkin,” kata Jokowi.
Ditambahkan Jokowi, selain peremajaan total, awak bus pun harus diupgrade dan ditingkatkan kesejahteraannya. Sehingga ke depan tidak akan ada lagi yang namanya sopir tembak.
Sementara itu, Ketua Koperasi Angkutan Umum Jakarta (Kopaja), Nanang Basuki mengakui banyaknya fleet Kopaja yang saat ini kondisinya memprihatinkan dan perlu diremajakan. Sebab, jika tidak segera diremajakan, tentu bisa mengancam keselamatan para penumpang.
Dalam catatan pihaknya, saat ini seluruh fleet Kopaja yang ada sebanyak 1.479 unit. Dari jumlah itu, 70 persen armadanya sudah berusia di atas 15 tahun. Dari yang 70 persen itu juga banyak bus yang sudah tidak laik operasi. "Kami juga tidak tinggal diam, karena kami juga melakukan peremajaan fleet di sejumlah trayek," tandasnya.(cool)
