Satelit9.com,Jakarta-Lembaga Survei Nasional (LSN) membeberkan hasil survei terbaru. "Berdasarkan survei terbaru LSN, posisi Demokrat terjun bebas menjadi partai kelas menengah," kata Direktur Eksekutif LSN Umar S. Bakry saat memaparkan hasil survei terbaru di Jakarta, Senin (15/10).
Survei digelar pada 10-24 September 2012 untuk mengetahui tingkat keterpilihan partai politik pada pemilu 2014. Dari 1.230 responden yang diambil melalui metode pencuplikan acak berjenjang dengan simpangan kesalahan 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen, pemilih Demokrat hanya 5,9 persen.
Padahal survei LSN Juni 2012, Demokrat masih menempati peringkat ketiga di bawah Partai Golkar dan PDI Perjuangan dengan tingkat keterpilihan 10,5 persen. "Kini dukungan publik terhadap Demokrat sudah berada di titik nadir," kata Umar.
Menurut analisis LSN, penurunan elektabilitas Demokrat berkorelasi langsung dengan berbagai kasus korupsi yang melibatkan kader partai itu, terutama sejak terkuaknya kasus korupsi Muhammad Nazarudin yang saat itu benhara umum partai tersebut. Apalagi ditambah dengan dikaitkannya Ketua Umum DPP Demokrat Anas Urbaningrum dalam kasus tersebut.
"Mayoritas responden yakni 51,4 persen menyebut Partai Demokrat sebagai partai yang kadernya batten banyak terlibat kasus korupsi. Ini kontradiktif dengan rilis yang disampaikan Sekretaris Kabinet Dipo Alam," kata Umar.
Berdasarkan survei terbaru LSN, elektabilitas tertinggi ditempati Partai Golkar dengan 18,1 persen, disusul PDI Perjuangan 14,4 persen, Gerindra 12,5 persen, Demokrat 5,9 persen, Hanura 5,6 persen, Partai Nasdem 5,1 persen, dan PKS 4,4 persen.
Sementara PKB, PAN, dan PPP serta partai-partai lain elektabilitasnya di bawah 3 persen. PKB memiliki elektabilitas 2,8 persen, PAN 2,3 persen, dan PPP 2,2 persen. Namun, Umar mengingatkan hasil survei LSN belum menjadi prediksi final hasil Pemilu 2014. Sebab, masih sangat mungkin berubah dalam tiga bulan mendatang.
Apalagi hasil survei itu menunjukkan 24,6 persen responden belum menentukan pilihan dan 36,6 persen masih belum mantap dengan partai yang dipilihnya saat survei dilakukan. "Artinya ada sekitar 60 persen beat voters. Ini yang bisa mengubah baronial dan konstelasi," kata Umar. (cool)
