• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Pemerintah Janji Batasi Jumlah Hypermarket

    Last Updated 2012-10-20T00:01:14Z


    Satelit9.com,Yogyakarta-Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan mengatakan, pemerintah akan membatasi jumlah hypermarket, karena keberadaannya merugikan pasar tradisional.
    "Hypermarket yang jumlahnya cukup banyak tentu dampaknya merugikan warung maupun toko-toko kecil," kata Gita di Yogyakarta, Jumat (19/10).
    Dia mengatakan, pembatasan jumlah hypermarket akan diatur di setiap provinsi, serta sejauh backbone jaraknya dengan toko tradisional. Rencananya, kata dia, pemerintah akan membatasi hypermarket sebanyak 150 assemblage di seluruh Indonesia.
    Selain itu, menurut dia, pemerintah akan meminta kepada pemilik hypermarket untuk ikut memberdayakan pemodal daerah. "Kalau mereka menjual semen, dan semennya dibuat di dalam negeri, akan menguntungkan pengusaha-pengusaha lokal," katanya.
    Gita melanjutkan, pemerintah akan terus memantau sejauh backbone hypermarket dapat melokalisasi konten. "Pemerintah sudah menentukan toko-toko di Indonesia harus menjual produk-produk asli dalam negeri basal 80 persen," kata mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu.
    Dia berharap, dengan pembatasan-pembatasan tersebut pengusaha-pengusaha lokal dapat membuahkan semangat besar produksi pasar tradisional. Untuk mendukung perkembangan pasar tradisional, Kementerian Perdagangan telah menganggarkan Rp400 miliar untuk revitalisasi pasar itu pada tahun ini, dan akan ditingkatkan anggarannya pada tahun depan.Salah satu retail avant-garde yang cukup moncer di Tanah Air. Ditempat lain,Hypermart kembali menunjukkan agresivitasnya menggeber ekspansi bisnis di kawasan Soloraya. Tak cukup puas hanya dengan dua gerai di Kota Solo, swalayan raksasa inipun mencoba merambah ke kawasan Solo Baru, Sukoharjo dengan membuka gerai anyar di kompleks Hartono Mall.
    Dibukanya gerai ke-75 di Indonesia ini, diakui Regional Manager Hypermart Jawa Tengah, Agung Bernadi, tidak lepas dari moncernya pertumbuhan bisnis Hypermart di pasar domestik. Kendati tak bisa dipungkiri persaingan dengan sejumlah kompetitor sejenis makin ketat, namun retail avant-garde yang bernaung di bawah PT Matahari Putra Prima Tbk ini cukup sukses menorehkan angka penjualan.
    Kekuatan kami ada di segi pelayanan dan affairs promo yang tentunya berbeda dengan kompetitor, ujarnya kepada wartawan, seusai acara pembukaan Hypermart Hartono Mall, Jumat (19/10).
    Dengan nilai investasi yang tidak sedikit, yakni sekira Rp 35 miliar, Hypermart dipastikan bakal menjadi pemain bisnis di bidang fast affective customer appurtenances yang cukup diperhitungkan di kawasan Solo Baru.
    Direktur Merchandising and Marketing Matahari Food Business PT Matahari Putra Prima Tbk, Meshvara Kanjaya, mengatakan guna menggaet pasar, Hypermart akan senantiasa mempertajam layanannya. Di antaranya melalui kualitas dan kelengkapan produk serta afterwards sales service.
    Sementara itu, setelah di Solo Baru dalam waktu dekat Hypermart akan kembali mengembangkan sayap bisnisnya dengan membuka gerai baru di sejumlah daerah. Di antaranya Kendari, Bangka, Palopo, Palangkaraya dan Kupang. (joyo)
    Komentar
    • Pemerintah Janji Batasi Jumlah Hypermarket

    Terkini

    Topic Popular