• Jelajahi

    Copyright © Informasi Tanpa Batas
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Top Ads

    Iklan 300x250

    728x90 AdSpace

    Pulau Nusa Barong Bukan untuk Wisata Komersial

    Last Updated 2012-10-20T00:07:06Z


    Satelit9.com,Jember-Dengan luas 6.100 hektare dan terletak di Samudera Indonesia, Pulau Nusa Barong kini mulai menarik perhatian wisatawan. Di dunia maya, sudah ada blogger amatir yang menawarkan Nusa Barong sebagai destinasi wisata.
    Tahun 2009, bahkan Bupati Jember MZA Djalal sempat mengunjungi pulau itu bersama sejumlah kepala dinas dan dua orang broker asal Surabaya. Pemerintah Kabupaten Jember berminat menjadikan Nusa Barong menjadi objek tujuan wisata. Saat itu, kepada Harian Radar Jember, ia akan mengajukan angle ke pemerintah pusat dan provinsi.
    Ada pula agensi wisata yang mencoba meminta izin kepada Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah III Jember untuk menjadikan Nusa Barong sebagai bagian paket wisata. "Kami belum bisa menerima tawaran itu," kata Kepala Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah III Jember, Jawa Timur, Sunandar Trigunajasa.
    Jika dilihat dari perspektif wisata, Nusa Barong memang layak menjadi incaran para penggemar jalan-jalan. Nusa Barong memiliki kekhasan dan keunikan, baik dari sisi flora maupun ekosistem. Ada empat ekosistem di pulau itu, yakni ekosistem pantai, hutan payau, hutan rawa, dan hutan hujan dataran rendah. Sementara untuk potensi flora, terdapat 16 spesies tumbuhan dan 20 spesies hewan.
    Saat masa pemerintahan Hindia Belanda, Nusa Barong dikenal sebagai abode satwa rusa (Cervus timorensis), penyu (Chelonidae), serta beberapa jenis burung laut. Pemburu sering masuk untuk menembak rusa du sana. Akhirnya, tahun 1920, pemerintah Belanda menerbitkan staatblad nomor 736 yang menetapkan pulau itu sebagai kawasan cagar alam hingga kini.
    Seseorang perlu menyeberangi laut yang ganas, untuk mencapai Nusa Barong dari daratan Kabupaten Jember, Jawa Timur. Dari pesisir Kecamatan Puger, perjalanman biasanya ditempuh dengan sampan atau jukung, dan membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam dalam keadaan ombak tenang. Sulitnya medan itu ternyata tak menyurutkan orang untuk menapak pulau tersebut. Sunandar mengatakan, ada beberapa jenis pengunjung pulau.
    Pertama, nelayan yang terpaksa mendarat di sana karena berlindung dari badai. Kedua, para penggemar pancing ikan yang juga kadang mendarat di sana dengan tujuan yang sama dengan nelayan. Ketiga, tentu saja adalah para pencuri flora dan fauna pulau itu.
    BKSDA sering kerepotan menghadapi pencurian telur penyu, sarang burung walet, dan kayu sentigi yang terjadi sejak 1980. Tahun 2011 lalu, ada dua kasus pencurian telur penyu yang terbongkar, di Kota Batu dan Kecamatan Puger, Jember. Jumlah telur penyu curian yang diamankan sekitar dua ribu butir. Dua penjual mengaku mendapat telur penyu curian dari Nusa Barong.
    Petugas kesulitan melakukan pengawasan intensif karena sulitnya medan dan besarnya biaya transportasi. Di pulau itu tak ada air tawar, sehingga sulit dibangun pos permanen. Dulu sempat ada pos di Nusa Barong, namun hancur terkena ombak Tsunami. Jadi petugas memakai sistem berkemah saja, dan dua bulan sekali masuk ke kawasan konservasi.
    Namun archetypal kemping seperti itu bukannya tanpa kelemahan. Tim dari BKSDA tak bisa setiap saat masuk ke kawasan konservasi sesuai jadwal, terutama pada Desember dan Januari, saat puncak kedatangan penyu ke pantai dan bertelur. Saat Desember-Januari jumlah penyu yang bertelur di sana bisa mencapai 10-20 ekor semalam. Ombak yang besar membuat petugas kesulitan masuk ke Nusa Barong. Di lain pihak, pencuri telur penyu kadang nekat. Mereka berani berenang ke pantai Nusa Barong.
    Dari sini, BKSDA tak berani membuka pintu lebar-lebar bagi peluang dijadikannya Nusa Barong sebagai objek wisata. Apalagi pulau ini juga salah satu pulau terluar Indonesia. Jika terjadi kerusakan akibat intervensi manusia, maka sedikit-banyak akan mengganggu kedaulatan negara. Kerusakan mudah timbul di daerah itu, karena lapisan tanahnya cukup tipis.
    Sunandar mengatakan, pihaknya hanya membuka peluang bagi para peneliti yang hadir ke sana. "Mungkin istilahnya wisata penelitian," katanya. Jadi tak sepenuhnya komersial. Penelitian diperlukan untuk mengetahui lebih jauh kekayaan hayati Nusa Barong.
    "Ke depan kira-kira kita akan mencoba suatu identifikasi, penelitian apa yang muingkin dibutuhkan dalam kerangka peningkatan konservasi Nusa Barong," kata Sunandar.
    (sbk)
    Komentar
    • Pulau Nusa Barong Bukan untuk Wisata Komersial

    Terkini

    Topic Popular