Satelit9.com,Jakarta- Pemerintah berang dengan penayangan iklan seputar tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Judul iklan itu memang terkesan provokatif: Indonesian maids now on Sale!.
"Pemerintah mengecam bunyi dan isi dan semangat yang terkandung dalam edaran itu," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Jakarta, Senin (29/10).
Kemenlu sudah memanggil Duta Besar Malaysia di Jakarta, untuk menjelaskan masalah ini. Selain itu, kata Menlu, perwakilan pemerintah juga sudah mendatangi Kementerian Luar Negeri Malaysia di Kuala lumpur.
"Bahkan saya sendiri sudah bicara dengan Menlu Malaysia. Intinya yang digaris bawahi di sini adalah sikap yang mengecam itu adalah juga sikap pemerintah Malaysia," katanya.
Ia menambahkan, kecaman terhadap iklan itu tak hanya dari Indonesia, namun juga dari pemerintah Malaysia. "Karena segera setelah ada pemberitaan masalah itu, pemerintah Malaysia melalui Menlunya mengecam edaran atau iklan seperti ini," katanya.
Ia mengatakan, Indonesia dan Malaysia telah menandatangani kesepahaman tentang pengiriman tenaga kerja, dan mencabut adjournment (penundaan) pengiriman TKI ke Malaysia secara resmi pada akhir tahun 2011.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat Migrant Care, Anis Hidayah, mengungkapkan adanya iklan, brosur ditempat-tempat umum, jasa Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) di Malaysia.
Iklan yang beredar di Kuala Lumpur itu bertuliskan Indonesian maids now on auction yang dapat diartikan sebagai obral pekerja domestik asal Indonesia. Di brosur iklan tersebut terdapat tulisan potongan harga 40 persen yang menawarkan jasa TKI seharga 7.500 Ringgit Malaysia dengan uang drop Rp3.500.(dani)