Satelit9.com,Solo -Anggota Kepolisian Resor Kota Surakarta bersama warga melakukan renovasi rumah terduga teroris Chomeidi, 43, yang rusak akibat terkena ledagan bom oleh tim Gegana di Griyan RT 07/10 Panjang, Laweyan, Solo.Berdasarkan pantauan di rumah Chomeidi alias Midi, di Griyan RT 07/10 Pajang Solo, Selasa, menyebutkan, bahwa sejumlah anggota polisi dibantu dan Limmas Kelurahan Pajang, sedang melakukan perbaikan rumah yang rusak berat akibat dampak ledakan bom yang disimpan oleh terduga teroris ruang utama.
Bom milik Chomeidi tersebut kemudian diledakan oleh Tim Gegana, yang menyebabkan bangunan rumah utama dan kamar kos hancur berantakan, tetapi rumah itu kini mulai kembali diperbaiki.
Rumah Chomeidi sebelumnya genting, tembok, dan kaca jendela rusak berat kini sudah mulai diperbaiki dan kelihatan bersih serta sudah dapat ditempati lagi oleh keluarganya.
Menurut Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol AsjimaВїin melalui Kasat Binmas Kompol Juliana, Polresta melakukan kegiatan renovasi rumah tersebut, karena tanggung jawab pihka kepolisian saat mengamankan sejumlah bom rakitan dengan cara diledakkan.
Namun, Kasat Binmas tersebut tidak mau menjelaskan berapa dana yang dibutuhkan untuk merenovasi rumah Chomeidi di Graiyan itu. Menurut Kasat Binmas, pihaknya melakukan perbaikan rumah tersebut bekerja sama dengan pemerintah desa setempat. Setelah rumah itu, selama dua pekan setelah kejadian dibiarkan berantakan.
Menurut dia, garis polisi setelah dibuka dan kemudian polisi mulai melakukan perbaikan agar rumah itu pulih kembali semula.
Kepala Kelurahan Pajang Sarwoko mengatakan perbaikan rumah milik Chomeidi tersebut telah diperbaiki oleh kepolisian dibantu Linmas dan warga setempat. Akibat bom rakitan yang diledakan oleh tim Gegana untuk pengamanan, menyebabkan enam bangunan milik warga termasuk Chomeidi rusak.
Namun, pihaknya telah mengajukan anggaran renovasi rumah absolute sebesar Rp31 juta ke Pemerintah Kota Surakarta. Anggaran tersebut, kata dia, sebesar Rp21 juta untuk memperbaiki rumah Chomeidi, sedangkan sisanya untuk rumah Widodo, Tini, Sukarni, dan Sigit yang juga rusak akibat ledakan bom rakitan itu.
Sedangkan rumah Chomeidi kini dalam kondisi kosong setelah dia diamanakn oleh pasukan Densus 88 Antiteror, beberapa waktu lalu. Ibu Chomeidi, yakni Warni, 90, bersama budenya Pini, 80, setelah kejadian penangkapan terduga teroris di rumahnya, keduanya diamankan ke Panti Jompo Widya untuk perawatan. (cool/Kevin)