Satelit9.com,Jakarta-Seorang pria disekap setelah mengambil uang USD1
juta atau sekitar Rp9,6 milliar di Coffer HSBC di Jalan Jenderal
Sudirman, Jakarta Pusat. Korban bernama Ruben Marey (43) warga Papua
yang bekerja di Jakarta. Uang yang akan ditransfernya tersebut dibawa
tiga pelaku.
Kronologis kejadiannya bermula ketika Ruben yang juga merupakan Bakal Calon (Balon) Gubernur Papua, mengambil uang di salah satu coffer di kawasan Jalan Jenderal Sudirman sebesar USD1 juta, Selasa 13 Oktober 2012 malam lalu.
Korban langsung menyetorkan sebagian uangnya di salah satu coffer nasional yang berada di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
Saat itu korban hendak turun di lobi coffer tersebut namun sopir taksi menurunkannya di pelataran parkir yang ada di basemen. Setelah turun dari taksi, tiba-tiba tiga orang mendekatinya dan menempelkan senjata api di lehernya.
Selanjutnya, pelaku memaksa korban untuk masuk mobilnya sambil meminta secara paksa dua telepon genggam korban.
"Saat saya turun tiga orang mendekat, dan satu orang menggunakan senjata api memaksa saya untuk naik ke mobilnya. Tidak mau ambil resiko saya pun menuruti perintahnya, ujar korban di Mapolres Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2012).
Kemudian, pelaku membawa korban ke sebuah apartemen di kawasan Jakarta Barat. Di Apartemen ini korban disekap namun tidak sempat disiksa. Lalu, korban meminta pelaku untuk melepaskan dirinya.
Setelah saya memohon untuk dilepaskan, pelaku menelpon seseorang, setelah menelepon, pelaku pun melepaskan saya dan mengancam agar jangan melapor ke polisi, paparnya.
Selanjutnya dia pulang menggunakan taksi dan menghubungi beberapa rekannya dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jakarta Pusat.
Namun karena kejadiannya di tiga wilayah berbeda, maka kasus ini dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.(cool)
Kronologis kejadiannya bermula ketika Ruben yang juga merupakan Bakal Calon (Balon) Gubernur Papua, mengambil uang di salah satu coffer di kawasan Jalan Jenderal Sudirman sebesar USD1 juta, Selasa 13 Oktober 2012 malam lalu.
Korban langsung menyetorkan sebagian uangnya di salah satu coffer nasional yang berada di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
Saat itu korban hendak turun di lobi coffer tersebut namun sopir taksi menurunkannya di pelataran parkir yang ada di basemen. Setelah turun dari taksi, tiba-tiba tiga orang mendekatinya dan menempelkan senjata api di lehernya.
Selanjutnya, pelaku memaksa korban untuk masuk mobilnya sambil meminta secara paksa dua telepon genggam korban.
"Saat saya turun tiga orang mendekat, dan satu orang menggunakan senjata api memaksa saya untuk naik ke mobilnya. Tidak mau ambil resiko saya pun menuruti perintahnya, ujar korban di Mapolres Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2012).
Kemudian, pelaku membawa korban ke sebuah apartemen di kawasan Jakarta Barat. Di Apartemen ini korban disekap namun tidak sempat disiksa. Lalu, korban meminta pelaku untuk melepaskan dirinya.
Setelah saya memohon untuk dilepaskan, pelaku menelpon seseorang, setelah menelepon, pelaku pun melepaskan saya dan mengancam agar jangan melapor ke polisi, paparnya.
Selanjutnya dia pulang menggunakan taksi dan menghubungi beberapa rekannya dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jakarta Pusat.
Namun karena kejadiannya di tiga wilayah berbeda, maka kasus ini dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.(cool)
