Satelit9.com,Jakarta-Setalah dua hari berturut-turut appointment
buruh DKI Jakarta menduduki Kantor Balaikota Jakarta untuk menuntut
kenaikan UMP 2013, akhirnya perjuangan mereka kini telah mendapatkan
jawaban."Alhamdulilah, satu Suro yang katanya angker, tetapi sebenarnya, 1 Muharram tahun baru Islam ada hadiah besar bagi kita semua. UMP setelah kita kordinasi yang kita perjuangkan. Semua sudah membuahkan hasil. Dari tahun kemarin UMP kita 44 persen, dan tahun 2013 UMP di tetapkan menjadi Rp2.216.243," ungkap Sekjen Appointment Buruh DKI Toha kepada puluhan rekannya di depan Kantor Balaikota DKI, Rabu (14/11/2012) malam.
Dalam rapat yang berlangsung alot itu, Toha menjelaskan, pihak dari unsur pengusaha melakukan airing out. "Dalam rapat itu, Apindo airing out. Tetapi kita enggak perduli, kita berharap Apindo tidak emosional, tidak menggugat ke PTUN, Apindo terima lah dengan lapang dada," kata Toha.
Namun, sambungnya, masih ada pekerjaan rumah yang ditinggalkan Pemprov DKI, "Satu lagi, dewan pengupahan masih punya PR untuk menetapkan UMSP (Upah Minimum Sektor Rill Provinsi) masih belum selesai," tandasnya.
Terkait hal itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja DKI Jakarta, Deded Sukendar menyatakan, apa yang ditawarkan ini adalah yang terbaik bagi pengusaha dan buruh.
"Jam 19.50 Wib menetapkan besaran UMP tahun 2013 adalah sebesar 2.216.243, 68 sen atau dengan penacapaian 112 persen dari KHL," ujarnya.
Mengenai sikap airing out yang diambil oleh pihak pengusaha, Deded yang juga menjabat sebagai ketua dewan pengupahan ini menyatakan hal tersebut tidak mempengaruhi hasil penetapan sidang.
"Sah, ini kan sesuai dengan tata tertib, penetapan UMP basal harus disepakati oleh 2 unsur, ini 2/3 kita ajak voting tidak mau. Penentapan ini berdasar standar hidup buruh, standar regional, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2013, proyeksi inflasi, dan KHL 2012," jelasnya.
Sementara itu, dari pihak pengusaha Sarman Simanjorang, menyatakan Pemerintah Provinsi DKI tidak konsisten. "Tidak ada dasar apapun, ini penzaliman, sikap Apindo dan Kadin tidak mengakui keputusan malam ini. Posisi kami WO dan tidak mengakui produk dewan pengupahan hari ini. Apapun angka keluar di luar metodologi yang ditetapkan pemerintah," katanya.
Senada dengan Sarman, perwakilan pengusaha lainnya Bambang Adam mengatakan, pertemuan sidang kali ini sudah di admirable design. "Kami menganggap persidangan malam ini tidak ada, kami akan pertimbangkan dengan tim advokasi kami," tandasnya.(dedi)