Satelit9.com,Cilacap-Ribuan orang dari gabungan serikat buruh migas
Cilacap mengrudug kantor DPRD Cilacap, Selasa (20/11). Mereka menuntut
penghapusan sistem kerja outsourcing atau sistem kontrak, kenaikan upah
sesuai kebutuhan hidup layak (KHL), sistem kontrak jangka panjang dan
kesejahteraan dan rasa keadilan terhadap para buruh di lingkungan migas.
Sementara para buruh itu melakukan orasi bergantian di halaman kantor DPRD Cilacap, para pimpinan serikat buruh migas yang berjumlah 30 orang diterima Komisi A di ruang rapat paripurna.
Mereka kemudian dipertemukan dengan tim managemen Pertamina RU IV yang dipimpim General Manager Teuku Khaidir. Dalam pertemuan tersebut hadir pula Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Cilacap Uong Suparno.
Ketua Komisi A DPRD Cilacap Hanafi mengatakan, sebelumnya perwakilan para buruh migas Cilacap itu pernah menyampaikan aspirasi mereka tentang 4 tuntutan yang disampaikan kepada manageman Pertamina RU Iv Cilacap.
"Saya pernah meminta managemen Pertamina untuk melakukan pertemuan dengan buruh, untuk itu kami ingin tahu hasilnya,"katanya.
General Manager Pertamina RU IV Cilacap Teuku Khaidir mengatakan, masalah tuntutan buruh migas telah disampaikan ke coorporate (Pusat), Cilacap hanya merupakan unit. Hasilnya, untuk tahun 2013 pihaknya akan melakukan revisi
kontrak kerja, sebagai upaya mematuhi putusan mahkamah konstitusi tentang penghapusan sistem outsourcing."Jadi untuk kontrak akan lebih dari satu tahun. Akan Ada tambahan insentif kehadiran dan mengenai upah akan disesuaikan dengan KHL yang ada,"katanya.
Sedang pihaknya akan menaikan upah buruh diatas 5 persen dari KHL Cilacap pada tahun depan. Pihaknya juga
menyediakan agenda dan CSR untuk putra-putra buruh yang berprestasi.
Namun para pimpinan buru migas itu menolak rencana pemabaharuan kontrak tersebut, karena mereka tetap menginginkan tidak ada lagi sistem kontrak.(eko)
Sementara para buruh itu melakukan orasi bergantian di halaman kantor DPRD Cilacap, para pimpinan serikat buruh migas yang berjumlah 30 orang diterima Komisi A di ruang rapat paripurna.
Mereka kemudian dipertemukan dengan tim managemen Pertamina RU IV yang dipimpim General Manager Teuku Khaidir. Dalam pertemuan tersebut hadir pula Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Cilacap Uong Suparno.
Ketua Komisi A DPRD Cilacap Hanafi mengatakan, sebelumnya perwakilan para buruh migas Cilacap itu pernah menyampaikan aspirasi mereka tentang 4 tuntutan yang disampaikan kepada manageman Pertamina RU Iv Cilacap.
"Saya pernah meminta managemen Pertamina untuk melakukan pertemuan dengan buruh, untuk itu kami ingin tahu hasilnya,"katanya.
General Manager Pertamina RU IV Cilacap Teuku Khaidir mengatakan, masalah tuntutan buruh migas telah disampaikan ke coorporate (Pusat), Cilacap hanya merupakan unit. Hasilnya, untuk tahun 2013 pihaknya akan melakukan revisi
kontrak kerja, sebagai upaya mematuhi putusan mahkamah konstitusi tentang penghapusan sistem outsourcing."Jadi untuk kontrak akan lebih dari satu tahun. Akan Ada tambahan insentif kehadiran dan mengenai upah akan disesuaikan dengan KHL yang ada,"katanya.
Sedang pihaknya akan menaikan upah buruh diatas 5 persen dari KHL Cilacap pada tahun depan. Pihaknya juga
menyediakan agenda dan CSR untuk putra-putra buruh yang berprestasi.
Namun para pimpinan buru migas itu menolak rencana pemabaharuan kontrak tersebut, karena mereka tetap menginginkan tidak ada lagi sistem kontrak.(eko)
