Satelit9.com,Solo-Kapolresta Solo Kombes Pol Asdjimain mengatakan
kasus teror bom yang akhirnya diledakkan di dekat masjid Mapolsekta Solo
masih diselidiki. Polisi telah mengumpulkan barang bukti diantaranya
serpihan tabung gas elpiji, kabel, detonator dan timer.
Masih diselidiki, apa motifnya. Beberapa saksi dimintai keterangan. Nanti kalau pelakunya tertangkap bisa diketahui apa burden sebenarnya,ujar Kapolresta Solo Kombes Pol Asdjimain ketika dihubungi wartawan melalui telepon seluler menyusul terjadinya kasus ditemukannya bom berbentuk tabung gas 3 kilogram yang kemudian diledakkan di dekat masjid Bayangkara kompleks Mapolsekta Pasar Kliwon.
Adanya penemuan bom di Mapolsekta Pasar Kliwon merupakan yang ke tiga kalinya. Yang pertama pada tahun 2010, Mapolsekta Pasar Kliwon yang berlokasi sekitar 500 beat dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat juga diteror bom. Bom yang ditemukan pertama berupa kaleng bekas kue, lilitan kabel, baterai, detonator dan jam. Bom diletakkan di pagar Mapolsekta Pasar Kliwon.
Sedang penemuan bom kedua di kandang kerbau bule maskot kirab 1 Suro Kraton Surakarta yang lokasinya dekat dengan Mapolsekta Pasar Kliwon.
Salah satu pelaku kejahatan terorisme yang menaruh bom di Mapolsekta Pasar Kliwon tahun 2010 yang kemudian berhasil ditangkap dan divonis enam tahun penjara adalah Roki Aprisdianto (29) alias Atok Prabowo alias Atok alias Roki alias Abu Ibrahim alias Heru Cokro bin Nova Ganivianto warga RT 001/ RW 003, Dukuh Cangak, Desa Wironanggan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo.
Saat Kapolresta Solo ditanya apakah pelaku yang menaruh bom di dekat masjid Mapolsekta Pasar Kliwon apakah sama dengan pelaku sebelumnya, Kapolresta Solo Kombes Pol Asdjimain mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan.Belum, belum tahu apakah itu berkaitan atau tidak,jarnya.(danu)
Masih diselidiki, apa motifnya. Beberapa saksi dimintai keterangan. Nanti kalau pelakunya tertangkap bisa diketahui apa burden sebenarnya,ujar Kapolresta Solo Kombes Pol Asdjimain ketika dihubungi wartawan melalui telepon seluler menyusul terjadinya kasus ditemukannya bom berbentuk tabung gas 3 kilogram yang kemudian diledakkan di dekat masjid Bayangkara kompleks Mapolsekta Pasar Kliwon.
Adanya penemuan bom di Mapolsekta Pasar Kliwon merupakan yang ke tiga kalinya. Yang pertama pada tahun 2010, Mapolsekta Pasar Kliwon yang berlokasi sekitar 500 beat dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat juga diteror bom. Bom yang ditemukan pertama berupa kaleng bekas kue, lilitan kabel, baterai, detonator dan jam. Bom diletakkan di pagar Mapolsekta Pasar Kliwon.
Sedang penemuan bom kedua di kandang kerbau bule maskot kirab 1 Suro Kraton Surakarta yang lokasinya dekat dengan Mapolsekta Pasar Kliwon.
Salah satu pelaku kejahatan terorisme yang menaruh bom di Mapolsekta Pasar Kliwon tahun 2010 yang kemudian berhasil ditangkap dan divonis enam tahun penjara adalah Roki Aprisdianto (29) alias Atok Prabowo alias Atok alias Roki alias Abu Ibrahim alias Heru Cokro bin Nova Ganivianto warga RT 001/ RW 003, Dukuh Cangak, Desa Wironanggan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo.
Saat Kapolresta Solo ditanya apakah pelaku yang menaruh bom di dekat masjid Mapolsekta Pasar Kliwon apakah sama dengan pelaku sebelumnya, Kapolresta Solo Kombes Pol Asdjimain mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan.Belum, belum tahu apakah itu berkaitan atau tidak,jarnya.(danu)
