Satelit9.com,Surabaya-Ribuan buruh yang melakukan aksi anarkhis di
kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan Surabaya akhirnya berlangsung
ricuh. Mereka yang memaksa masuk gubernuran, akhirnya dibubarkan paksa
dengan disemprot air dan gas air mata.
Mereka juga terlibat bentrok dengan aparat kepolisian yang memang sudah bersiaga. Sempat terjadi aksi lempar-lempar botol mineral. Polisi pun akhirnya membubarkan paksa aksi unjuk rasa buruh tersebut, dengan menghalau buruh menjauhi kantor Gubernur.
Pantauan beritajatim.com, massa pun lari berhamburan karena dikejar polisi. Mereka yang lari juga masih sempat merusak pagar pembatas jalan depan kantor gubernur. Mereka juga mengendarai sepeda motor menuju Jalan Kramat Gantung Surabaya.
Polisi terus mensweeping buruh yang ada di sekitar Kantor Gubernur, dan meminta segera bubar dan meninggalkan tempat. Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Tri Maryanto tampak turun memimpin anak buahnya mengendalikan situasi.
Diberitakan sebelumnya, aksi sempat memanas saat buruh melakukan pelemparan botol mineral dan mendorong barikade pagar kawat berduri.
Aksi terus memanas, setelah sebelumnya melakukan pemblokiran di ruas Jalan Pahlwan Surabaya, kali ini para buruh sempat bersitegang dengan aparat yang berjaga. Para buruh memaksa masuk ke dalam kantor dan meminta Gubernur Soekarwo menemui mereka. "Kami minta Gubernur Jatim menemui buruh. Jika tidak segera menemui, maka kami akan memaksa masuk," teriak para buruh sambil mendorong kawat berduri(ali)
Mereka juga terlibat bentrok dengan aparat kepolisian yang memang sudah bersiaga. Sempat terjadi aksi lempar-lempar botol mineral. Polisi pun akhirnya membubarkan paksa aksi unjuk rasa buruh tersebut, dengan menghalau buruh menjauhi kantor Gubernur.
Pantauan beritajatim.com, massa pun lari berhamburan karena dikejar polisi. Mereka yang lari juga masih sempat merusak pagar pembatas jalan depan kantor gubernur. Mereka juga mengendarai sepeda motor menuju Jalan Kramat Gantung Surabaya.
Polisi terus mensweeping buruh yang ada di sekitar Kantor Gubernur, dan meminta segera bubar dan meninggalkan tempat. Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Tri Maryanto tampak turun memimpin anak buahnya mengendalikan situasi.
Diberitakan sebelumnya, aksi sempat memanas saat buruh melakukan pelemparan botol mineral dan mendorong barikade pagar kawat berduri.
Aksi terus memanas, setelah sebelumnya melakukan pemblokiran di ruas Jalan Pahlwan Surabaya, kali ini para buruh sempat bersitegang dengan aparat yang berjaga. Para buruh memaksa masuk ke dalam kantor dan meminta Gubernur Soekarwo menemui mereka. "Kami minta Gubernur Jatim menemui buruh. Jika tidak segera menemui, maka kami akan memaksa masuk," teriak para buruh sambil mendorong kawat berduri(ali)
