Satelit9.com,Bojonegoro- Puting beliung memporak-porandakan puluhan
rumah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Tidak ada korban jiwa dalam
musibah tersebut, namun kerugian actual yang dialami warga diperkirakan
mencapai ratusan juta rupiah.
Hujan deras disertai angin kencang hanya berlangsung sekira setengah jam yakni mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB. Tetapi, terjangan angin kencang membuat lima rumah di Dusun Jajar, Desa/Kecamatan Sukosewu, roboh rata dengan tanah.
Rumah warga yang roboh yakni milik Sukirno, Mursalim, Sugiyat, Lasimin, dan Ladi. Hingga tadi malam, warga yang rumahnya roboh berusaha memperbaiki rumahnya secara swadaya. Warga yang menjadi korban untuk sementara juga mengungsi ke rumah kerabat dan tetangga.
Sukirno menuturkan, saat hujan deras dan angin kencang terjadi ia sedang berada di dapur. Namun, saking kencangnya angin membuat rumahnya tiba-tiba roboh. Tubuhnya sempat terjepit di antara puing bangunan rumah yang roboh. Punggungnya juga tertimpa actual runtuhan bangunan rumah.
"Tetapi beruntung saya masih selamat. Istri dan dua anak saya juga selamat," ujarnya, di lokasi kejadian, Selasa (20/11/2012).
Untuk sementara ia mengaku akan mengungsi menginap di rumah saudara. Rumah lainnya milik Mursalim, Sugiyat, Lasimin, dan Yadi juga kondisinya rusak parah setelah diterjang angin kencang.
Angin kencang juga menerjang tiga rumah di Desa Kumpulrejo dan satu rumah di Desa Kedaton, Kecamatan Kapas. Kondisi rumah warga yang berdinding kayu dan sasak bambu itu mengalami rusak berat.
Selain itu, puluhan rumah di Desa Mayangkawis, Kecamatan Balen, juga dilaporkan porak-poranda setelah diterjang angin kencang. Rumah warga dindingnya banyak yang jebol dan gentengnya berserakan di tanah.
"Hujan deras disertai angin kencang hanya berlangsung sekitar setengah jam. Tetapi, anginnya sangat kencang dan membuat genteng-genteng rumah warga berjatuhan," ujar Ali Rosyad (37), warga setempat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Kasiyanto, menyatakan, petugas tanggap bencana telah diterjunkan di lokasi kejadian untuk membantu warga yang menjadi korban puting beliung. Selain itu, petugas juga tengah melakukan pendataan mengenai jumlah rumah yang roboh, rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan.
"Pemkab Bojonegoro akan memberikan santunan pada korban puting beliung tersebut," tandasnya. (sbk)
Hujan deras disertai angin kencang hanya berlangsung sekira setengah jam yakni mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB. Tetapi, terjangan angin kencang membuat lima rumah di Dusun Jajar, Desa/Kecamatan Sukosewu, roboh rata dengan tanah.
Rumah warga yang roboh yakni milik Sukirno, Mursalim, Sugiyat, Lasimin, dan Ladi. Hingga tadi malam, warga yang rumahnya roboh berusaha memperbaiki rumahnya secara swadaya. Warga yang menjadi korban untuk sementara juga mengungsi ke rumah kerabat dan tetangga.
Sukirno menuturkan, saat hujan deras dan angin kencang terjadi ia sedang berada di dapur. Namun, saking kencangnya angin membuat rumahnya tiba-tiba roboh. Tubuhnya sempat terjepit di antara puing bangunan rumah yang roboh. Punggungnya juga tertimpa actual runtuhan bangunan rumah.
"Tetapi beruntung saya masih selamat. Istri dan dua anak saya juga selamat," ujarnya, di lokasi kejadian, Selasa (20/11/2012).
Untuk sementara ia mengaku akan mengungsi menginap di rumah saudara. Rumah lainnya milik Mursalim, Sugiyat, Lasimin, dan Yadi juga kondisinya rusak parah setelah diterjang angin kencang.
Angin kencang juga menerjang tiga rumah di Desa Kumpulrejo dan satu rumah di Desa Kedaton, Kecamatan Kapas. Kondisi rumah warga yang berdinding kayu dan sasak bambu itu mengalami rusak berat.
Selain itu, puluhan rumah di Desa Mayangkawis, Kecamatan Balen, juga dilaporkan porak-poranda setelah diterjang angin kencang. Rumah warga dindingnya banyak yang jebol dan gentengnya berserakan di tanah.
"Hujan deras disertai angin kencang hanya berlangsung sekitar setengah jam. Tetapi, anginnya sangat kencang dan membuat genteng-genteng rumah warga berjatuhan," ujar Ali Rosyad (37), warga setempat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Kasiyanto, menyatakan, petugas tanggap bencana telah diterjunkan di lokasi kejadian untuk membantu warga yang menjadi korban puting beliung. Selain itu, petugas juga tengah melakukan pendataan mengenai jumlah rumah yang roboh, rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan.
"Pemkab Bojonegoro akan memberikan santunan pada korban puting beliung tersebut," tandasnya. (sbk)
